Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Cerita & Opini

Analisis Penggunaan Pinjaman Online (Pinjol): Cair Cepat, Tagihan Menjerat

Apa sih yang tidak online di zaman sekarang? Cari bahan tugas? E-book resmi tinggal diunduh, legal maupun ilegal. Kursus? Ada webinar dan tinggal unduh sertifikat. Belanja? Jualan? Mulai belanja barang hingga jual tubuh, semua bisa daring. Ups!Tidak pernah terpikir oleh saya sebelumnya, bahwa pada akhirnya meminjam uang bisa melalui online atau sering disebut pinjol.

Saya sering mendapatkan sms yang berisi penawaran dana pinjaman, tapi saya tidak terlalu peduli. Sebagian besar pesan singkat tersebut menyebut penggadaian BPKB sebagai jaminan. Tapi makin hari makin sering pesan yang masuk menawarkan kredit tanpa agunan. Saya mengira itu cuma spam penipuan. Bagaimana bisa orang lain sebegitu percayanya meminjamkan uang tanpa agunan? Saya hanya menggerutu sendiri, kenapa makin hari malah makin sering muncul sms begini. Dari mana dapat nomor ponsel saya?

Hingga suatu hari, saya bertemu seseorang yang terjerat pinjaman online ini. Melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana mengerikannya angka-angka itu. Ikut menghitung-hitungnya. Ikut googling segala info tentang pinjaman online (pinjol). Baca komentar di artikel yang rata-rata desperate dan ingin bunuh diri. Saya harap melalui artikel singkat ini pembaca mendapatkan wawasan dan bisa berpikir ulang bila hendak meminjam melalui pinjaman online, atau lebih pantas saya sebut: rentenir online.

Menurut KBBI daring, rentenir adalah orang yang mecari nafkah dengan membungakan uang.

(KBBI daring)

Pinjaman online ini merupakan salah satu bentuk financial technology (fintech). Contoh fintech lainnya dapat berupa uang digital yang sering kita pakai, atau layanan yang menyuguhkan jasa analisis data keuangan yang dibutuhkan pengguna tertentu. Untuk beroperasi secara legal, badan usaha yang menaungi pinjol harus terdaftar di OJK. Pada kenyataannya, banyak pula pinjol ilegal yang menawarkan bantuan pinjaman. Cara meminjamnya relatif mudah, hanya unduh aplikasi dan tidak butuh agunan.

Sistem pinjol

Berdasarkan hasil telusur saya, pinjol ilegal memiliki aplikasi di play store yang pemakaiannya persis seperti legal, sehingga mesti benar-benar cek dahulu di daftar OJK untuk membedakannya. Risiko pinjol ilegal adalah jumlah maksimal tagihan dan cara penagihan tidak sesuai standar OJK. Beberapa pelaku pinjol ilegal bahkan melakukan kekerasan dan pelecehan dalam penagihan.

Penagih pinjol ilegal ada yang mempermalukan peminjam dengan menyebarkan fotonya ke seluruh kontak peminjam (yang sebelumnya dicuri melalui persetujuan unduh aplikasi). Terdapat juga kasus penyebutan peminjam sebagai penipu dan bahkan menyebarkan foto pribadi yang kemungkinan diakses dari galeri peminjam.

Berdasarkan kesepakatan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), bunga pinjol tidak boleh lebih dari 0.8% per hari. Per hari, catat! Karena pinjol ini adalah pinjaman jangka pendek, maka bunga dihitung per hari. Kelihatannya sih kecil ya, tapi coba dihitung-hitung. Misalnya pokok pinjaman adalah 1 juta, dan jangka waktu peminjaman adalah 30 hari, maka maksimal tagihan untuk bunganya saja sebesar Rp 240.000!

Sekarang tentang denda. Denda biasanya mulai dikenakan bila ada keterlambatan pembayaran. Menurut aturan OJK, denda diperbolehkan ditagih hingga 100% dari pokok. Bayangkan, bila suatu pinjol menerapkan denda maksimal, maka tagihan 1 juta bisa jadi 2 juta dengan dendanya, belum termasuk bunga!

Penagihan menurut aturan yang legal hanya sampai 90 hari. Artinya, bila peminjam mangkir selama 90 hari, maka tidak boleh lagi ditagih. Risikonya, peminjam tidak akan lagi bisa meminjam di pinjol dan Bank, karena BI checking statusnya kredit macet.

Contoh kasus pinjol

Terima kasih kepada yang punya kasus karena memberikan kesempatan saya mengamati, memelajari dan menganalisis kasus ini. Kasus yang saya temui, jeratan berasal dari 11 aplikasi pinjol legal. Sebenarnya yang ilegal juga ada, tapi karena banyak yang ditutup sehingga tidak bisa beroperasi lagi dan peminjam lolos. Namun, apakah pinjol legal juga ‘baik’? Tahan dulu sebelum membaca kelanjutannya.

Kesebelas aplikasi tersebut ada yang sengaja diunduh dari play store, ada yang berasal dari klik tautan di sms. Setelah cek di aplikasi, tidak semuanya transparan tentang suku bunga dan denda. Biaya administrasi juga tidak jelas, jumlahnya berbeda-beda, ada yang memotong pokok pinjaman, ada yang dikenakan di akhir. Bunga juga membingungkan, apakah dari pokok atau dari akumulasi setiap harinya bersama bunga atau denda kemarin. Denda juga tidak jelas, berapa persentasenya, hanya nominalnya saja tertera. Saya masukkan dalam Excel, berusaha melihat polanya, dan saya tidak menemukannya. Sungguh acak!!!

Bunga dan denda

Tabel analisis pinjol 1

Pada Tabel 1 dapat dilihat bahwa uang yang diterima peminjam berkisar dalam rentang 65-100%. Pemotongan pinjaman dari pokok dinyatakan sebagai biaya administrasi yang besarnya suka-suka tadi. Dari sini mulai mengkerut, mau bayar pinjaman sesuai pokok saja, pada dasarnya sudah rugi untuk sebagian besar peminjam pinjol. Apalagi bila ditambah bunga dan denda.

Besarnya bunga sebagian besar tidak jelas karena tidak dicantumkan di aplikasi. Bahkan ada yang mencampurkannya dalam denda. Hal ini dianalisis dari pertambahan total tagihan yang hanya bertambah sedikit. Meskipun agak riskan juga mengira-ngira demikian. Kita ambil contoh bunga dari PY, terlambat sekitar 46 hari, peminjaman 10 hari, maka bunga sekitar 4000-an sehari, atau bunga perkiraan kasar sekitar 0,3% bila dihitung flat dari pokok. Bila Anda mengira bahwa yang bunganya kecil lebih ‘baik’, tahan dulu, baca terus.

Saat observasi tagihan bertambah signifikan esok harinya, saya simpulkan itu sebagai denda, karena patokan bunga maksimal 0.8% itu saya kalikan saja dengan total tagihan. Betapa kagetnya saya, karena ada pinjol yang menerapkan denda hingga Rp 50.000 sehari! Denda ini juga ada yang bersifat harian, ada yang maksimal. Denda harian bisa dilihat dari pertambahan total tagihan yang signifikan tadi. Denda maksimal bisa diduga dengan melihat keterlambatan pembayaran yang berlarut tapi total tagihannya tetap. Setelah dihitung, denda yang sifatnya tetap ternyata besarnya 100% pokok pinjaman.

Tagihan total

Saat melihat sekali lintas di aplikasi, saya mengambil kesimpulan bahwa berapapun bunda dan dendanya bodo amat, yang penting lihat tagihan akhirnya, berapa jauh dari jumlah pinjaman pokok. Dari sini mungkin mulai ada kesimpulan dini, mana pinjol ‘baik’ mana yang ‘mencekik’. Namun, lihat setelah analisis lebih lanjut dari jumlah uang yang benar-benar diterima peminjam, sebagian besar tagihan lebih dari 200% dana yang diterima! Bahkan ada yang selisih persentasenya hingga lebih 80%.

Model pembayaran

Sampai di sini mulai pusing? Nah, buat yang masih berusaha membayar, ada satu hal yang bisa dilakukan, yaitu: negosiasi. Negosiasi hanya bisa dilakukan dengan penagih (debt collector). Saat menghubungi customer service masing-masing aplikasi (ada tertera di aplikasinya), sebagian tidak bisa dihubungi, sebagian menyarankan menunggu telepon dari penagih dan bernegosiasi langsung, dan dua aplikasi merespon dengan menyertakan syarat-syarat pengajuan keringanan pembayaran:

Balasan email cs

Karena berniat menyelesaikan secepatnya, maka dicoba lakukan negosiasi. Lima pinjol bersedia negosiasi dengan mengurangi denda. Satu pinjol hanya memberikan keringanan bayar pokok dahulu dan denda di-stop, yang ternyata tidak ada pengaruhnya karena dendanya skema maksimal. Sisanya tidak mau merestrukturisasi pinjaman atau malah tidak respon dan tidak menghubungi peminjam. Nampak sekali membiarkan peminjam berlarut-larut dalam bertambahnya denda dan bunga.

Berdasarkan perhitungan akhir, persentase ([selisih bayar tagihan akhir-jumlah real yang diterima] dibanding jumlah real yang diterima) berkisar 23,7-163%. Pembayaran dilakukan ke nomor virtual account (VA) atas nama peminjam. Pastikan kode pembayaran benar, dan nama rekening sesuai. Beberapa tagihan di aplikasi ada yang otomatis berubah sesaat setelah pembayaran. Beberapa ada yang harus menunggu 1-2 x 24 jam. Ternyata setelah dilakukan pembayaran, beberapa pinjol berada di bawah perusahan yang sama.

Simpulan

  1. Pinjaman online merupakan pinjaman cepat cair jangka pendek yang mudah digunakan karena tanpa agunan.
  2. Meskipun sudah ada aturan nominal denda dan bunga, namun jumlahnya mengambang, bahkan tidak tertulis secara jelas di beberapa aplikasi.
  3. Beberapa pinjaman bisa dilakukan restrukturisasi.
  4. Persiapkan pembayaran tagihan akhir berupa jumlah real yang diterima ditambah 23,7-163% dari jumlah real.

Saran

Mengingat tingginya nominal yang harus dikembalikan, stres yang ditimbulkan, maka saran untuk pembaca yang berpikir untuk meminjam pinjol: batalkan niat Anda! Kecuali anda benar-benar terdesak dan tidak ada celah lagi meminjam pada sanak saudara,lalu meminjam jumlah kecil hingga bisa mengembalikan tepat waktu supaya tidak didenda. Jangan pernah gali lobang tutup lobang pinjaman dari pinjol, karena bukan menutup masalah, malah lukanya semakin lebar. Jangan lupa untuk menggunakan nomor di hp yang bersih dari galeri foto dan kontak. Jangan memberi nomor darurat kepada pihak pinjol bila orang yang bersangkutan tidak berkenan. Jangan libatkan orang lain dalam masalah Anda.

Bagi yang sudah terjerat, dan tidak ada uang untuk membayar, tetap niatkan untuk membayar, minimal pokok pinjaman, karena hutang tetaplah hutang. Selama mencari uang untuk membayar dari sumber lain, mungkin ini yang bisa dilakukan:

  1. Bertobat.
  2. Mulai berhemat.
  3. Terbukalah pada keluarga, siapa tahu ada bantuan dana hibah atau pinjaman tanpa bunga untuk melepaskan kita dari jerat pinjol ini.
  4. Catat semua yang harus dibayarkan ditambah denda dan bunga maksimal sebagai upaya berjaga-jaga.
  5. Tentukan target waktu berapa lama bisa melunasi (misalnya 1 bulan)
  6. Catat semua aplikasi pinjol yang di install lalu uninstall
  7. Matikan nomor terkait pinjol
  8. Mulailah bekerja lebih keras untuk mengumpulkan dana. Kerja sampingan menawarkan jasa untuk menambah penghasilan mungkin tidak butuh modal besar (terjemah, membuat ppt tugas, memperbaiki format skripsi, merumput halaman, membuat desain spanduk, mencuci dan menggosok pakaian).
  9. Persiapkan mental untuk menghadapi teror dari penagih melalui nomor darurat yang diberikan. Minta maaf dan jelaskan secara baik kepada pemilik nomor darurat atau kontak hp yang terganggu oleh pinjol kita.
  10. Setelah segala usaha tinggal bertawakal kepada Tuhan.

Saat waktunya sudah tiba untuk membayar, aktifkan kembali nomor hp, pasang lagi aplikasi, dan mulailah negosiasi saat penagih menghubungi. Anda juga bisa meminta CS menghubungi penagih untuk menelpon Anda bila penagih tidak kunjung menghubungi Anda. Semoga yang memiliki hutang segera mendapatkan rezeki untuuk melunasinya, amin.

Please follow and like us:

18 Comments

  • Ulfah Wahyu

    Ya Allah Mbak ngeri saya bacanya. Pinjaman online ternyata seperti itu ya. Saya baru tahu kalau ada model pinjol ini. Memang harus berhati-hati dan berpikir ulang kalau mau pinjam uang melalui pinjol ini. Kalau bisa sih mengikuti saran Mbak untuk menghindari pinjol ini. Sangat bermanfaat sekali artikelnya Mbak, bisa menjadi bahan referensi bagi yang mempunyai pinjaman lewat pinjol dan bagi yang berniat meminjam lewat pinjol, agar berpikir ulang.

    • Damar Aisyaj

      Mumet saiya sama pinjol ini. Kapan itu ada pinjol yg nelpon trus2an, nanyain temen yg katanya punya pinjaman. Udah dibilang gak tahu orangnya di mana dia nelpon trus. Pakek ngaku2 jadi kapolres pula. Nemen nyebelinnya.

      • Armelzah Fauzi

        Nah, merugikan orang lain juga kan jadinya. Sampai yang tidak ada sangkut pautnya juga dihubungi. Bahkan ada yang sampai diberhentikan dari pekerjaannya.

  • Yanti Ani

    Kalau pinjol aku sudah langsung negatif banget deh. Secara kawan saya sudah jadi korbannya, kasihan pinjaman gak seberapa karena telat bayar, semua kontak yg ada di hp nya dikirim semua notifikasi cicilan utang yg tertunggak. Malunya luar biasa.

    • Armelzah Fauzi

      Iya, kalau disiplin bayar sih mungkin bisa. Tapi kalau lengah itu yang sulit karena sudah berkembang nominal pinjamannya.

    • Armelzah Fauzi

      Iya mbak, karena ikut stres juga dengarnya. Apalagi yang mengalami. Makanya saya coba kulik-kulik biar ada pencerahan bagi yang mau coba-coba.

  • Nonz Ati

    Miris banget lihat banyak kasus pinjol ini, bahkan di lingkungan terdekat. Desakan kebutuhan ekonomi sering dijadikan alasan sehingga berpikir pendek. Semoga saja dengan tulisan ini bisa buka pola pikir, ya, Mbak…

    • Armelzah Fauzi

      Amin. Semoga yang ada kesulitan keuangan juga mendapat rezeki yang tidak disangka-sangka sehingga tidak usah pinjam online.

  • Yuni Bint Saniro

    Pinjaman online memang terlihat mudah dan membantu. Namun sebenarnya kita kesulitan jika sampai terjebak di sana. Semoga kita dijauhkan dari tergiur penawaran-penawaran pinjaman online yang sekarang sedang gencar dilakukan. Segala pakai pesan spaming.

  • Qoty Intan Zulnida

    Karena pinjol ini emang sifatnya pinjaman jangka pendek ya baiknya pinjamnya gak usah banyak-banyan ya, seperlunya aja. Supaya gakyterlalu berat ketika waktunya bayar. Tapi lebih bagus lagi sih gak perlu pinjam di pinjol yaa

  • Bety Kristianto

    Emang ya mba, pinjol ini kalau menurut aku sih harus dijadikan alternatif terakhir banget di saat semua jalan udah tertutup. satu lagi setuju juga untuk nilai pinjaman yang diambil sebaiknya tidak terlalu besar dan pastikan kita bisa membayarnya kelak. Kalau nggak tau dari mana mau bayar ya susah. Bunuhdiri itu namanya. Eniwe makasih pencerahannya ya mba

  • Dian Restu Agustina

    Mbak, analisanya lengkap sekali. Andai semua orang bisa berpikir sedemikian teliti ya
    Yang ada mereka mengedepankan gaya hidup sehingga kadang pinjaman bukan dipakai untuk pemenuhan kebutuhan pokok.
    Saya setuju dengan tips yang disebutkan. Memang berat, tapi kalau sudah terlanjur terjerat ya lebih baik segera diselesaikan dan tidak mengulangi lagi pinjaman yang lain.

    Aamiin, semoga makin banyak yang sadar bahwa pinjaman online ini mesti diambil saat kondisi darurat dan disikapi dengan bijak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Follow by Email
Facebook
Google+
http://armelzahfauzi.com/analisis-pinjaman-online-pinjol">
Instagram