Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Cerita & Opini

Menahan Diri dari Promo Belanja Online Pakaian di Bulan Puasa

Sudah berapa puluh tahun nih, teman-teman berpuasa di bulan Ramadan? Sudah kuat banget yah fisiknya teman-teman sekalian menahan lapar dan dahaga. Tapi mungkin di kantor, sempat berasa lemas jugakah badan, terbit rasa bosan dan pikiran buntu? Awalnya buka surel, jadi buka situs lain di browser PC kantor. Eh, ada iklan yang begitu masifnya: tentang promo belanja online Ramadan!

Segera diurungkan niat, kembali ke tumpukan kerjaan kantor yang harus diselesaikan sebelum waktunya pulang kerja. Tentu saja tidak mau pulang terlambat, bisa-bisa berbuka di jalan. Kalau tidak macet, bisa fokus nyetir dan cepat sampai tujuan. Eh, ketemu macet, naik Gocar, bosen nunggu jadi bikin gatel pegang gawai. Lalu, bertemu kembali dengan iklan: promo belanja online Ramadan!

Promo Diskon Besar-Besaran

Kalau mau jujur, dan berpikir jernih sebentar; diskon itu bakal ada terus sih, nggak harus Ramadan. Apalagi beli barang yang nggak perlu-perlu banget. Tapi memang ada nih produk yang bikin godaan jadi makin berat, produk yang khusus ada di bulan Ramadan atau menyambut hari raya Idul Fitri. Produk-produk tersebut ya seputaran sandang; baju, jilbab, sepatu, dan sebagainya. Begitu ‘wajarnya’ iklan yang menyerukan, ‘berbaju baru di hari nan fitri’, membuat kita berlomba-lomba membelinya, seiring para desainer juga berlomba-lomba meluncurkan koleksinya. Tidak tanggung-tanggung, diskon yang dipasang bisa sampai 60%.

Perlu vs Ingin

Sudah setahun terakhir, saya belajar untu beli satu-jual/beri satu. Niat awalnya untuk tidak menumpuk-numpuk barang. Kebiasaan ini ternyata berdampak juga pada pengereman pembelian barang-barang yang hanya sekedar ingin. Mungkin saja keran belanja masih terbuka untuk barang yang mudah bikin bosan, atau mudah berubah ukuran seperti pakaian. Tapi, bisa jadi, hobi kita berbelanja pakaian itu tidak melulu negatif, bila menjadikan satu pakaian yang akan kita beri atau jual ke orang lain menjadi masih sangat layak pakai.

Kami sekeluarga selanjutnya beralih ke pakaian 100% katun, yang katanya lebih ramah lingkungan. Memang terasa naik bujetnya. Entah kenapa, akhir-akhir ini tidak terlalu bernafsu beli pakaian. Saya merasa belum perlu, dan rasa ingin belum muncul. Sekarang saya menikmati sekali lemari yang ruangnya luas. Menikmati rasa ‘ketidakcemasan’ saat mencuci pakaian yang ‘mahal’. Menikmati memakai pakaian sampai habis masanya dan menjahitnya menjadi lap. Jadi, sekuat apapun promo online Ramadan tahun ini, maaf belum tergerak hati. Kalau masih ada umur, mungkin saya akan menemuimu lagi di tahun depan, hai promo online Ramadan!

Please follow and like us:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Follow by Email
Facebook
Google+
http://armelzahfauzi.com/menahan-diri-dari-promo-belanja-online-pakaian-di-bulan-puasa">
Instagram