Tempat Makan Favorit

 

Kalau kamu meminta rekomendasi tempat makan yang super enak saya tidak tahu. Saya anak rumahan. Saya ini cuma makan untuk hidup, hampir nggak ada makan untuk hobi. Selagi makanannya layak dimakan ya saya makan aja. Selagi saya lapar, ya saya makan. Apalagi seusai sekolah kedokteran, makin yakinlah segala yang lezat itu akan berubah menjadi tinja. Enak itu hanya sampai lidah, pun demikan dengan tidak enak. Tapi perjalanan setelahnya itu yang amat panjang, dampaknya bisa ke seluruh badan. Makanan yang kita makan bisa berdampak sepanjang usia. Makan untuk hidupmu atau matimu, tinggal pilih. Jadi takut ya? Hehehe. Mari kita sudahi kehororan paragraf ini dengan menyimak saya sukanya makan di mana:

Rumah ortu

Saya masih tinggal serumah sih ya. Tapi bukan karena itu juga, karena saya sudah familiar dengan masakan di sini. Selama ibu saya masih hidup dan masih mampu masak, bagi saya masakannya akan selalu menjadi hidangan terlezat. Ibu saya hobi masak, jadi makan masakan ibu juga menyenangkan hatinya. Menu favorit saya adalah semuanya, semua yang ibu masak saya pasti suka makan, kecuali nasinya. Saya pecinta nasi yang pulen dan lembut, ibu suka nasi yang keras. Nasi yang lembut nggak bikin kenyang, katanya. Yo weslah, namanya juga numpang makan..hahaha.

Rumah mertua

Mama itu sudah kayak ibu sendiri, saya tidak merasa jadi menantu. Kalau tahu saya mau main ke rumah, mama langsung masak. Saya paling suka sayur yang dimasak mama, karena sayurnya beda dengan menu sayur di rumah ibu. Saya kenal kecipir, daun ubi jalar, daun labu, itu dari rumah mama. Ternyata enak juga. Kalau nggak ingat-ingat, saya bisa habisin sayurnya sepanci.

 

Kalau urusan makan di luar, ada 5 tempat yang sering saya kunjungi:

Butcher Steak (La Vita Bella)

Kadang saya bawa anak-anak ke sini, tapi terus terang saya lebih suka pergi berdua pasangan atau sendirian sekalian. Saya cinta sekali steak. Menurut saya ini adalah restoran di Palembang yang menyediakan steak enak, dengan harga terjangkau. Semua menu makanan di sini sebenarnya saya suka. Saya juga suka menu Es Teh Maroko; teh dengan campuran daun mint. Awalnya terasa aneh, tapi semakin lama daunnya terendam, ternyata rasa tehnya semakin nikmat.

Brasserie PTC

Kalau bawa anak-anak ke Palembang Trade Center (PTC), kami suka ke sini. Harganya lumayan, tapi tempatnya cukup nyaman. Kami biasanya pilih duduk di sofa, di sebelah kanan pintu masuk. Mi goreng di sini yang jadi menu anak-anak, yang biasanya kalau saya makan di restoran lain mereka nggak habis, di sini bisa tandas.

Restoran Solaria Picon

Palembang Icon (Picon) adalah salah satu mall di Palembang yang sering dijadikan tempat nongkrong dengan teman-teman. Saya suka mall ini dibanding yang lain mungkin karena kesan spacious. Kesan yang saya rindukan dari mall-mall ibukota. Solaria adalah salah satu restoran dengan harga terjangkau, makanannya bisa diterima lidah. Posisi favorit saya adalah di sofa yang bisa memandang kolam di luar. Saya biasanya pesan nasi goreng sea food di sini. Harganya lumayan, sesuailah sama suasananya.

Gokana Atrium

Pertama kalinya saya kenal ramen, saat coba di sini. Meski sudah coba-coba tempat lain, tetap aja lebih suka ramen di sini. Semuanya terasa pas aja, kuahnya nggak terlalu encer, nggak terlalu kental. Bumbunya ga terlalu light, nggak juga terlalu strong. Harga standar. Kalau saya lagi ke Jakarta, saya sempetin ke sini. Menu yang saya suka itu beef ramen. Tingkat kepedasannya bisa pilih, tapi saya hanya berani pilih yang lambang cabenya 1. Mulut bisa tahan, tapi perut kadang lain. Takut mencri-mencri.

Kampung Kecil  Bangau

Kalau lagi ingin makan kenyang tapi murah meriah, saya bisanya ke sini. Duduknya di pondokan, tapi indoor. Jadi kesannya kayak makan di luar, tapi nggak kepanasan. Makanan darat, laut, dan sungai tersedia, jadi banyak pilihan. Paling enak kalau beli yang paketan, sudah dapat sayur asam dan teh tawar. Salah satu upaya hemat mengurangi konsumsi gula. Kalau suka pedas, bisa pilih paket ‘cobek mertua’. Hmm,,, entah mertua siapa yang dimaksud hehhee…

Sori tulisan ini nggak kasih info banyak. Kalau kamu bingung kenapa demikian, sila kembali baca paragraf pembuka. Eh, tapi saya tetap tertarik loh untuk coba-coba makanan baru, selagi itu halal. Kalau kamu ada rekomendasi tempat makanan favorit di kota kamu, boleh tinggalkan link di komentar ya…

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap