Keinginan yang Masih Belum Tercapai

Setiap kita pasti punya cita-cita kan? Tapi semua keinginan kita belum tentu dapat kita raih secara cepat atau sesuai target. Saya punya keinginan yang diantaranya saya tulis dan bahkan saya tempel sebagai penyemangat, tetapi ada yang belum tercapai saat ini.

Jadi spesialis

Setelah tarik-ulur maju-mundur apa mau diteruskan setelah selesai kuliah S2, akhirnya saya dengan ikhlas menyatakan bahwa keinginan yang menjadi pemicu saya di posisi pekerjaan sekarang ini nampaknya tidak akan saya wujudkan. Memang dari suami sekarang merasa keberatan, karena bakal sama-sama sibuk. Walaupun banyak juga yang memberi semangat, bahwa spesialis gizi nggak terlalu sibuk karena tidak ada jaga malam. Namun keputusan akhir memang dari saya, saya merasa secara fisik dan mental saya tidak sanggup untuk sekolah spesialis lagi. Apalagi sudah punya anak, wah makin ingin jadi ibu rumah tangga saja.

Punya usaha kuliner

Usaha kuliner ini sebenarnya sepaket dengan keinginan di atas, tapi nampaknya tidak harus jadi spesialis gizi untuk punya usaha kuliner sehat. Jadi cita-cita yang ini masih bisalah dikejar suatu hari nanti. Permasalahannya adalah saya nggak pinter masak, berarti saya mesti join sama orang lain dong ya.

Kuliah s3 di luar negeri

Kalau untuk kuliah lagi, belum bisa dilakukan karena masih terikat dinas setelah tugas belajar. Jadi ikut alur dulu, karena ASN mesti tertib administratif untuk mengurus tugas belajar, supaya gelarnya bisa diklaim nanti untuk naik pangkat. Nah, untuk masalah apakah di luar negeri tetap mau dijajal, nampaknya tipis harapan.  Kalau saya kejar mimpi saya terus, kapan suami saya bisa menetap, nggak selesai-selesai nemenin saya.

Punya label sendiri

Saya ingin banget punya usaha/produk dengan label sendiri. Awalnya ingin bisnis salon kecantikan, sempat ingin produksi pakaian, terus akhir-akhir ini ingin punya produk make up sendiri. Kenyataannya agak sulit karena modalnya lumayan gede. Sebenarnya timing-nya juga mungkin belum sekarang, semoga nanti tiba waktu yang tepat.

Naik haji

Siapa sih muslim yang nggak ingin beribadah ke tanah suci? Mohon do’anya supaya segera bisa buka tabungan haji setelah urusan masuk sekolah anak selesai. Semoga kami sekeluarga dipanggil memenuhi panggilan-Nya berhaji, sehingga atas kuasa-Nya ada rezeki untuk mencukupi biayanya.

Hmm, sebenarnya banyak sih keinginan yang belum tercapai, tapi kali ini lima dulu ya!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018

2 thoughts on “Keinginan yang Masih Belum Tercapai”

  1. Bisa tuh mba amel join dengan orang. Jadi orang lain yang masak, nanti mba amel yang modalin. Kalo kata pak purdi e candra, bisnis modal tenaga orang aja. Jd orang lain yg masakin. Drpd harus belajar masak dl 6 bulan, keburu telat suksesnya. Hehe. Nah, buat milih karyawan yg loyal, pilih aja yg goldarnya A. Katanya sih anti korupsi.

    Reply
    • Iya sih kepikiran. Tapi memang ada risikonya kalau pake orang luar sih, salah satunya nggak loyal. Aku sering banget nemu salon yang karyawannya kerja di sana terus bikin salon lain diam-diam, terus ngeracunin pelanggan ke salon barunya yang lebih murah tapi bahannya sama, abis itu dia berhenti.

      Reply

Leave a Comment

Share via
Copy link
Powered by Social Snap