Covid-19, Information Overload? Apa Hal Mendasar yang Bisa Dilakukan?

Akhirnya blog saya menyinggung Covid-19 juga. Ffiuh…cukup lama saya bertahan, tapi rasanya saya perlu nyenggol sedikit. Covid-19 baru saja unjuk gigi di Indonesia, tapi saya sudah jenuh. Apakah ini namanya information overload? Saya sangat berharap ini artikel pertama dan terakhir saya tentang Covid-19. Sisanya saya beri tautan situs terpercaya saja untuk update sendiri ya, bila perlu. Karena ini virus baru, setiap hari selalu ada yang baru baik dari segi sifat virusnya maupun dari kebijakan untuk mengatasinya.

Saya jenuh dengan banyak pertanyaan di kepala saya, tentang berbagai kebijakan maupun hal teknis dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Saya tidak perlu memuntahkannya lagi, sudah banyak yang mewakilinya. Begitu banyaknya pertanyaan itu, sehingga mungkin sudah timbul ‘toleransi’ pada diri saya, atau inikah yang namanya pasrah?

Pasrah adalah rasa berserah sepenuhnya kepada Tuhan Yang Maha Esa, saat kita berada pada lingkungan risiko tinggi, setelah berusaha mengedukasi orang-orang, tapi banyak yang masih santuy saja.

armelzahfauzi

Banyak pertanyaan dari teman-teman yang awam tentang Covid-19 ini. Saya rangkum informasi mengenai hal-hal minimal yang teman-teman bisa lakukan untuk membantu pandemi ini cepat berlalu. Kalau teman-teman tidak langsung terjun ke pelayanan medis, atau tidak punya akses ke pemerintah untuk membisikkan kebijakan, minimal masing-masing lakukan ini dulu ya!

Hal mendasar yang harus dilakukan untuk menghindari Covid-19

Setelah sering mendapat informasi beberapa minggu ini, sadar nggak bahwa tindakan dasar untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah hal yang mestinya kita lakukan sehari-hari? Memang dengan sedikit tambahan. Sedikit saja, mestinya tidak jadi hal yang berat dan membuat panik. Namun, bagi yang memang tidak biasa menerapkannya, bisa jadi agak merasa ribet. Apa saja sih, hal-hal minimal yang bisa semua orang lakukan untuk menghindari infeksi virus Covid-19?

Cuci tangan

Cuci tangan sebelum dan sesudah makan, sebelum menyentuh wajah secara sadar ataupun sebelum tidur karena siapa tahu kita menyentuh wajah kita secara tidak sadar. Mata, mulut, dan hidung jadi pintu masuk berbagai bakteri dan virus, termasuk Covid-19. Ini juga termasuk kalau kita mau menyentuh orang lain ya, terutama anak-anak. Orang dewasa yang suruh-suruh anak salim cium tangan padahal tangannya belum dicuci (kadang-kadang habis merokok), stop it!

Orang yang memasak makanan harus selalu cuci tangan ya, orang yang punya peliharaan hewan pun begitu. Kalau kita merawat orang yang sakit, atau kita sendiri yang sakit, sering-sering cuci tangan. Tisu bekas batuk atau bersin dibuang, setelahnya langsung cuci tangan. Tidak perlu hand sanitizer, sabun dan air sudah cukup untuk memberantas Covid-19, asal cara cuci tangannya benar. Kalau tidak berkompetensi, stop buat hand sanitizer sendiri, karena nanti malah tidak sesuai takaran.

cuci tangan
Bila memakai hand sanitizer berbahan alkohol, lakukan selama 20-30 detik

Isolasi diri bila sakit, yang sehat jaga jarak

Sebelum heboh Covid-19, tahun lalu saat saya terkena flu berat, saya iseng-iseng cari rekomendasi bagaimana supaya flu saya tidak menular pada keluarga saya. Ternyata orang yang sakit harus isolasi diri, pisah kamar, pisah alat makan, nggak usah cium-cium anak, hindari kontak dengan yang lain, dan membuang limbah infeksius (tisu) secara benar. Inilah sebenarnya akar social distinction, #dirumahaja, ataupun gerakan menghindari keramaian lainnya. Tapi kenapa gerakannya sekarang besar-besaran? Karena yang kelihatannya sehat-sehat saja bisa jadi carier Covid-19.

covid-19
Sehat terus ya, biar tidak ketemu ICU

Kalau ada gejala sakit, pakai masker. Karena droplet (cairan yang keluar saat bicara, batuk bersin) bisa menularkan Covid-19. WHO menyarankan menjaga jarak minimal 1 meter dari yang batuk atau bersin. Meskipun kita sehat, social distinction tetap dianjurkan. Karena orang lain tidak bisa mengira-ngira kapan seseorang batuk atau bersin, yang sakit harus tahu diri, yang sehat tetap hati-hati. Stop juga buang ludah sembarangan.

Pakai masker dengan cara yang benar (tertutup rapat hidung mulut sampai dagu), dan jangan dipegang-pegang bagian luarnya saat dipakai. Saat membuka masker, langsung buang tanpa menyentuh bagian luar masker, dan langsung cuci tangan.

Baca juga: kenapa harus jadi dokter

Terapkan etika batuk/bersin

Ketika masker langka seperti sekarang ini, bisa jadi ada yang tidak kebagian masker. Masker juga didahulukan untuk orang yang sakit dan orang-orang yang bekerja di ruang publik, terutama pada pekerjaan risiko tinggi seperti para petugas di fasilitas kesehatan. Saat kita merasa sehat-sehat saja, mungkin saja suatu waktu akan batuk atau bersin. Lakukan etika batuk/ bersin, tutup mulut dengan tisu atau siku.

covid19

Lakukan gaya hidup bersih dan sehat

Bersih-bersih sebenarnya kegiatan sehari-hari ya, menyapu, pel lantai seperti biasa. Tapi kali ini dipel kembali dengan memakai cairan yang berfungsi sebagai desinfektan. Kenapa kok lebay? Karena kalau ada yang sakit dan menyemburkan droplet, droplet akan bertahan di material.

Untuk gaya hidup sehat, ikuti saja Pedoman Gizi Seimbang. Pantau berat badan, jangan sampai aktivitas #dirumahaja membuat berat badan kita bertambah. Tetap melakukan kegiatan sehari-hari di rumah, berolahraga di halaman sendiri dengan anggota keluarga inti masih diperbolehkan. Untuk konsumsi makanan, tetap pada makanan gizi seimbang sesuai tumpeng gizi seimbang.

Covid-19 ini lebih berat gejalanya pada kelompok yang rentan, yaitu orang usia lanjut atau memiliki penyakit penyerta seperti penyakit jantung, gangguan pernapasan, dan diabetes. Jadi, usahakan penyakitnya terkontrol dengan meneruskan obat rutin. Bila obat rutin akan habis, cari informasi bagaimana cara mendapatkan obat rutin secara aman dari fasilitas kesehatan.

Siapa yang harus diperiksa Covid-19?

Ada yang menanyakan gejala apa yang menandakan seseorang terinfeksi Covid-19, saya jawab sama seperti flu. Bedanya apakah ada kontak sebelumnya dengan pasien , atau riwayat bepergian di daerah endemis. Ikuti saja alur di bawah ini ya teman-teman!

Bagaimana supaya tidak overload information?

Coba tengok grup WA masing-masing, banyak sekali materi panduan yang dikirim. Untuk panduan yang bisa diunduh, apagi yang diperbaharui berkala sehingga bisa revisi sekian kali, bagikan tautan situsnya saja ya! Supaya tidak bingung yang mana yang terbaru, dan ruang penyimpanan ponsel jadi penuh. Dibaca juga tidak, hehehe.

Baca juga: media sosial, wadah berinteraksi

Takut boleh, panik jangan

Saya tahu, bahwa mungkin saja ada yang merasa takut dengan wabah ini. Saya juga takut, dan saya rasa itu normal. Saya tidak punya ruang isolasi khusus di dalam rumah untuk menghindari kemungkinan terburuk, di mana suami saya harus tetap berangkat ke rumah sakit. Saya harus tetap tenang di depan anak-anak di tengah kondisi saya yang juga demam dan batuk. We don’t have place to run, except Allah. Untunglah ada Altero, lumayan mengurangi kegelisahan.

Takut yang membuat lebih waspada, itu tidak apa-apa. Takut yang membuat tidak bisa berpikir rasional, itu sudah panik. Lakukan saja hal dasar yang saya jabarkan di atas, sisanya patuhi rekomendasi dari yang berkompetensi memberikan rekomendasi. Kalau sudah bisa mengatasi takut, terus waspada dengan memantau informasi seperlunya saja.
Setiap hari terpapar berita dari berbagai sumber yang berbeda-beda, apa tidak stress?

Hindari stress di masa pandemi Covid-19

Pantau informasi terbaru, tapi tidak usah terlalu pikirkan kalau di luar kompetensi kita. Ketika salah satu artikel penelitian menyimpulkan suatu hal, lihat dulu metodenya, sampelnya, dan segala kelengkapan artikelnya bila hendak menyimpulkan. Bingung bagaimana meninjau artikelnya? Ya sudah tidak usah repot-repot, ada orang yang berkompetensi untuk membuat rekomendasi terkait sumber penelitian terbaru. Tugas kita hanya baca dan patuh pada rekomendasi, dan jangan cepat-cepat membagikan di medsos kalau belum terbukti kebenarannya.

Salurkan energi untuk berkontribusi dalam berbagai hal. Bagi yang ingin berkontribusi, bisa salurkan energi untuk hal yang lebih teknis seperti penyediaan APD (alat pelindung diri), pembagian hand sanitizer, sumbangan untuk para pengusaha kecil yang terdampak, membelikan makanan ojek online dan sopir angkutan umum yang sepi penumpang dan lain-lain sebagainya. Anda kemungkinan besar sudah melihat minimal satu info rekening mana yang bisa dituju untuk membantu, cek saja hp Anda.

Ada berita-berita simpang siur tentang identitas pasien yang meninggal karena Covid-19? Tidak semua keluarga yang mau identitas keluarga yang meninggal dibuka. Ini sulit memang, saya tahu semuanya cemas. Kembali ke hal mendasar di atas adalah jalan yang mau tidak mau dipilih. Setelah itu tawakal.

Mudah stress? Matikan notifikasi grup chat. Hindari mengakses medsos. Isi hari dengan hobi yang bisa dikerjakan di rumah. Jaga daya tahan tubuh kita dengan menghindari stress. Daripada membuat rekomendasi-rekomendasi sendiri, yang ternyata dibagikan berulang-ulang dan membuat information overload, mengapa masing-masing kita tidak merujuk pada satu sumber resmi terpusat?

Pilih situs informasi Covid-19 terpercaya

Nah, pilih situs yang terpercaya untuk mengetahui info dasar maupun terkini terkait Covid-19. Karena ini sudah bencana global, referensi utama kita tentu saja Badan Kesehatan Dunia/ WHO:

Covid-19 WHO

Untuk di Indonesia, ada situs terbaru dari pemerintah yang khusus membahas tentang Covid-19:

covid-19 indonesia

Informasi juga bisa didapatkan lewat Whatsapp loh, saya sudah coba:

covid-19 WA
Nomor 0811-3339-9000

Bagi anak FB dan twitter, ada juga KawalCOVID19. Kenapa saya pernah coba lihat situs yang non pemerintah? Soalnya sebelum situs khusus dari pemerintah ada, akun ini yang paling cepat dan fokus. Ada websitenya juga loh:

Kawalcovid19

Nah, silahkan pilih salah satu ya, supaya tidak information overload tentang Covid-19. Sebenanya ada lagi situs tingkat provinsi, tapi kalau lihat pembaruan di pusat sudah cukup cepat. Akan tetapi kita boleh saja memantau situs tingkat provinsi terkait kebijakan yang mungkin berbeda-beda dan spesifik.

Kenapa saya tidak tampilkan pilihan berita di televisi? Bagi beberapa orang, membaca berita tertulis lebih bisa meredam emosi daripada ada tampilan visual. Apalagi kalau banyak iklan, bisa pusing menunggu beritanya yang kadang muncul tiba-tiba.

Bila Anda masyarakat umum, pilih materi edukasi untuk masyarakat umum. Tidak perlu membuka panduan untuk tenaga medis. Bantu kami dengan batas kemampuan Anda masing-masing, tidak perlu jauh menganalisis hal yang malah membuat fokus tenaga medis terpecah karena sibuk klarifikasi. Lakukan bagian Anda, dan tenaga medis akan melakukan bagiannya. Bila Anda seorang ahli, samakan suara sebelum membuat pernyataan yang membuat masyarakat tambah bingung.

Bagaimana? Sudah siap menghadapi wabah Covid-19 secara fisik dan mental?

Untuk rekomendasi resmi dari berbagai perhimpunan terkait Covid-19, silahkan klik instagram saya:

armelzahfauzi


Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020

72 pemikiran pada “Covid-19, Information Overload? Apa Hal Mendasar yang Bisa Dilakukan?”

  1. Iya benar sekali dalam kondisi seperti ini kita tidak boleh panik apalagi stress. Sebab kedua hal tersebut akan membuat sistem imun menurun. Jadi yang perlu kita lakukan adalah tetap menjaga kesehatan dan juga kebersihan. Semoga kita semua diberikan kesehatan dan penyakit ini segera berlalu….

    Balas
      • Virus Corona bikin ngeri semua orang. Setuju mba boleh takut asal jangan berlebiham krn bisa membuat stress. Kalau stres bisa berakibat turun daya imun kita. Mending gak panik, berusaha ngikuti anjuran pemerintah dah berdoa. Smg virus Corona cpt berlalu. Aamiin

        Balas
    • Bener mba. Pemutusan penularan ini bisa kita lakukan dari diri sendiri dari hal sehari-hari dan sederhana dalam hidup kita. Seperti yang dituliskan di atas. Semoga banyak orang yang peka ya mba dan nggak keluar rumah klo ga penting-penting banget. Jangan sampai kita jadi pembunuh untuk orang lain karena kebandela kita

      Balas
  2. aku termasuk orang yang kena tsunami informasi tentang COVID-19 ini Mas, tapi berusaha tetap santai, ikut aturan pemerintah, rajin cuci tangan, dan hidup bersih. Semoga pendemi ini segera berakhir ^^ Aamiin

    Balas
  3. Konon katanya mencuci tangan dengan sabun lebih baik ketimbang menggunakan hand sanitizer ya Mbak? Memang di kondisi sekarang ini kita mesti aware dengan kebersihan diri. Terima kasih sudah berbagi

    Balas
  4. Kaget pas baca kalau corona bisa bertahan di beberapa benda mati seperti tembaga, kayu, plastik dll. Soalnya dapat info kemarin kalau corona gak akan bertahan di benda mati. duh, gimana belanja online nih

    Balas
    • pas terima paket kalau saya didiamkan dulu di luar, hehehe 24 jam. Kalau mau buka paket di luar aja, buang kardus pembungkus. Kalau mau dibuka, langsung barangnya di cuci, terus tangannya juga dicuci.

      Balas
      • berasa di bombardir berita Covid19 bikin pusing kepala, perut sampe maag. Tapi bener banget, kita cari tau di sumbernya aja, sumber yang benar dan terpercaya, kadang gak semua hal harus kita baca dan kita tahu. Lindungi keluarga aja yang utama :)) kebiasaan hidup sehat. Makasih tulisannya ini mba :))

        Balas
  5. #MelawanCovid-19
    Jadi ada baiknya kita melockdown kita dan seluruh masyarakat agar wabah ini tidak menyebar dengan cepat dan meluas.

    Balas
    • Kalau lockdown total sulit pak, kita juga mesti keluar beli bahan makanan, orang yang kerja harian juga butuh uang. Jadi seperlunya saja.

      Balas
    • Terima kasih Sharing nya mbakk,
      Aku termasuk yg melipir kalau di grup udah bahas,
      Saat orang heboh dengan hand sanatizer, aku lebih pilih cuci tangan.
      Karena terkadang semakin banyak baca jadi parno, huhuhu
      Artikel ini setidaknya melegakanku
      Thanks mbak amell

      Balas
  6. wah bener banget ini mbaa, banyak yang suka share info gak bener di grup. ini kasian orangtua saya suka percaya dan mereka panik berlebihan huhu. tapi selalu saya kasih tau sih, apalagi kalau dapat info dari grup saya minta kirim ke saya dulu buat dipastikan biar beliau gak panik. makasih mba infonya kece bangeeet.

    Balas
  7. Terima kasih link WA, Twitter, dan sebagainya mba. Semoga semakin mengedukasi masyarakat ya. Memang, terlalu banyak arus informasi keluar masuk, yang dari sumber terpercaya, maupun dari sumber abal-abal alias hoax. Tinggal menuntut kecerdasan kita saja.

    Balas
  8. Nah ini nih… selain overloaded, kabar berita yang muncul di WhatsApp group sering bikin gemes karena yang dishare banyak juga yang justru bikin khawatir karena hoax-hoax yang beredar.

    Balas
  9. adanya banyak informasi mengenai virus corona malah membuat kita panik dan bingung. yang utama kita harus tetap menjaga kesehatan, kebersihan badan seluruh anggota keluarga juga kebersihan rumah…

    Balas
  10. Bener sekali. Informasinya udah overload. Hampir tiap hari semua grouo WA membahas soal virus corona. Sebelnya kadang info yang dibagikan hoax ternyata. Ujung-ujungnya stress karena semuanya panik.

    Balas
    • Kalau dipikir-pikir covid 19 ini mengingatkan kita untuk kembali hidup bersih dan sehat. Sekarang semua orang mendadak ketat dengan aturan kebersihan. Bagus sih,dan semoga setelah ini menjadi kebiasaan baik bukan hanya musiman karena wabah

      Balas
  11. rasanya yg bikin panik itu makin tak terbendungnya pemberitaan dari WAG-WAG grup gitu lho yg belum terkonfirmasi kebenarannya dan rentan banget hoax nya. Hal yg mendasar itu memang cuci tangan, dan aku kalo terpaksa banget k supermarket, cari yg besar dan ga d jam2 rame, udah gitu ga buka atau nutup pintu pake tangan, lebih pake siku

    Balas
  12. Harus tetap tenang dan calm down karna akan menstabilkan imun tubuh. Bisa juga dibatasi konsumsi berita tentang virus. Lebih baik fokus ke produktivitas aja..

    Balas
  13. Semoga kengerian ini segera berakhir. Ikuti apa yg sudah di arahkan oleh pemerintah. Dan menjaga kebersihan diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar agar segera terbebas dari virus yang mematikan ini

    Balas
  14. alhamdulilah aku tidak panik untuk wabah virus corona ini. tapi taku juga selalu untuk aspipasi menjaga kebersihan dan menjaga ketebalan tubuh dengan olahraga dan makan buah buah yang banyak vitamin. agar tidak mudah tertular corona ini

    Balas
  15. Berbagai pemberitaan mengenai Corona ini sekarang menurutku sudah terlalu berlebihan. Malah banyak juga manusia tak bertanggung jawab yang malah menyebarkan kepanikan dengan berita hoax. Sayang banget. Nah sekarang kitanya aja nih yang pinter-pinter filter dan kasih pengertian juga ke anak dan seluruh keluarga untuk saling menjaga

    Balas
    • Iya mbak. Makanya saat disuruh bikin rekomendasi yang terlalu dalam saya menolak. Kalau ternyata sudah ada, dan sama saja, saya share aja sumber pertamanya. Supaya nggak overload dan over panic.

      Balas
  16. Sama banget Mba Amel. Akupun sempat ngerasa overload banget informasi yang aku dapat tentang covid-19 ini. sempat panik dan parno juga. Akhirnya memutuskan untuk meminimalisir baca berita, cek grup WA, main sosmed dan lainnya. Tulisan Mba Amel ini bagus buat mengedukasi tentang covid-19,biar ga mabok informasi kayak aku sebelumnya.

    Balas
    • Kalau di grup saya, karena grup dokter jadi lebih bar-bar informasinya. Kalau grup awam juga overload, kami jadi tambah pusing karena mesti klarifikasi terus. Habis tenaga.

      Balas
  17. Betul. Karena boleh jadi kita termakan oleh rasa panik kita sendiri. Tetap berpikiran positif dan tetap mengikuti anjuran pemerintah. Itu juga penting menurut Yuni.

    Balas
  18. Saya mumet dengan lalu lintas opini dan berita yang seliweran di medsos, tapi tetep aja sesekali saya baca untul mengetahui kondisi di lapangan seperti apa dan gimana masyarakat di negeri ini menyikapinya lewat opini2 mereka. Tetep yg paling bener di rumah aja, rajin cuci tangan, dan kalo keluar rumah harus jaga jarak. Sekarang saya pilih pakai makser meski sehat untuk antisipasi ada droplet nyasar.

    Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap