Dapat Uang 100 Juta?

Seandainya saya dapat uang 100 juta, kira-kira saya pakai belanja apa ya? Itu jawaban kemarin. Jawaban hari ini akan berbeda dengan kemarin, karena saya baru saja mengikuti pengenalan investasi saham yang diadakan komunitas Investasi Saham Pemula (ISP) Palembang. Kalau dengar istilah investasi, dulu kening saya pasti berkerut, skeptis. Saya pikir itu sama halnya dengan judi, atau mungkin Multi Level Marketing (MLM), atau lebih parahnya lagi penipuan.

Negatifnya istilah investasi

Saya mantan pebisnis MLM. Saya tidak bilang bahwa semua MLM sama, ada juga yang sistemnya adil dan masuk akal. Tapi memang ada MLM yang suka jual istilah investasi, terus kita disuruh beli produknya dengan harga mahal yang sebenarnya tidak sebanding dengan fungsinya. Berhubung saya suka produk kecantikan dan kesehatan, racun yang saya dapatkan biasanya seputar produk ini. Maka teronggoklah barang yang tidak jelas hasilnya itu di sudut sana dengan mengenaskan. Rasanya mending uangnya saya belikan skin care saja dari dulu.

Kalaupun ada MLM yang sistemnya bagus, sayanya yang nggak kuat. Karena yang pertama saya mesti jualan, saya suka stres dikejar target jualan, dan saya nggak tega jualan sama murid saya. Ada konflik kepentingan gitu loh, secara ini urusannya barang tersier. Masalah yang kedua adalah saya nggak kuat rekrut, cemen kalau ditolak, capek membina, karena saya ada kerjaan utama lain yang memang sulit disambi. kalau orang sukses di MLM itu patokannya kan resign dari pekerjaan, lah saya memang nggak mau resign dari pekerjaan sekarang, nggak cocok toh.

Kenalan dengan saham

Balik ke acara ISP tadi, di sana kami dikenalkan tentang konsep saham secara sederhana. Intinya kita ikut memiliki perusahaan sesuai dengan porsi saham yang kita beli dari perusahaan tersebut. Langkah awalnya yaitu dengan cara buka rekening saham di perusahaan sekuritas yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk cara investasi, bisa jangka pendek dan jangka panjang. Pemilihan ini tergantung tujuan kita investasi untuk apa, dana yang kita miliki berapa, dan seberapa besar kita tahan risiko.

Sampai sekarang saya belum sempat buka akun di perusahaan sekuritas, tapi saya tertarik untuk mencobanya. Seandainya saya punya uang 100 juta, dikeluarkan dulu untuk zakat hadiah, 10% dari sisanya dipakai untuk beli 1 lot (100 lembar) saham, sisa uangnya untuk nyicil nabung saham tiap bulan. Belanja? nanti dulu deh. Karena kalau kita pilih perusahaan yang benar dan analisis kita bagus, investasi kita bisa berkembang pesat. Anggap saja nabung, menggantikan tabungan konvensional yang lebih besar potongannya tiap bulan. Kalau sudah ada untungnya, bisa dipakai buat modal usaha yang lain. Nanti saya cerita lagi deh kalau sudah berhasil buat akun, pantau terus yak!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap