Komunitas Blogger dan Hubungannya dengan SEO: Catatan Bloger Ke-4

Teman-teman di sini ada yang ikut komunitas bloger? Jangan-jangan malah lebih lama bergabung daripada saya yang masih newbie. Kali ini saya mau bercerita sekilas tentang komunitas bloger dan SEO. Tidak sekedar forum pertemanan, ikut komunitas bloger juga dapat meningkatkan pengetahuan seorang bloger, salah satunya tentang ilmu SEO.

By the way, untuk selanjutnya, saya mengubah label menjadi catatan bloger, bukan blogger. Karena di KBBI ternyata yang benar adalah bloger/narablog. Walau agak aneh memakainya, tapi tak mengapa. Yok, lanjut kembali ke bahasan kita:

Mengapa bergabung dalam komunitas bloger?

Motivasi bergabung dalam suatu komunitas bloger bisa bermacam-macam, antara lain ingin mendapatkan job, mencari ilmu, ataupun blog walking (BW).

Motivasi saya bergabung dengan komunitas bloger

Seingat saya, pertama kali ikut komunitas bloger di Pasukan Blogger. Saya lupa dari mana awalnya, yang jelas pada akhirnya saya tergabung di grup Whatsapp (WA) yang isinya wara-wiri list BW.

Saya bergabung di komunitas bloger mulanya untuk cari teman baru. Karena saya kurang ngerti apa yang selanjutnya dilakukan seorang bloger setelah menulis di blog. Ternyata saya banyak dapat ilmu dari komunitas ini, hingga saya akhirnya bergabung dengan Grup WA BW yang lain.

Ilmu baru dari komunitas

Begitu banyaknya ilmu yang berseliweran kadang bikin saya mual juga. Nah, information overload mungkin. Salah satunya, adalah ilmu tentang SEO. Wah puyeng kepala saya tak sanggup mencernanya.

Sampai akhirnya saya ketemu kuliah Instagram dari mbak Vicky (lagi-lagi beliau hehehe) tentang hubungan antara komunitas bloger dan SEO. Wah, lumayan tercerahkan, meskipun pelan-pelan. Rupanya saya yang visual ini butuh banget belajar sambil liat pengajarnya komat-kamit. Bukan hanya sekedar lihat tulisan di WA.

Sekilas tentang SEO

SEO dapat diartikan sebagai cara pemilik blog merayu mesin pencarian (search engine) untuk memasukkan kita sebagai halaman 1 untuk kata kunci tertentu. Meskipun biasanya pengetahuan tentang SEO lebih relevan untuk pebisnis, setidaknya seorang bloger harus menguasai SEO tingkat medium.

Ada yang menggolongkan 2 macam bentuk SEO: white hat dan black hat. Sebagaimana warna putih nan suci dari white hat, maka kita akan tahu bahwa ini pasti temannya bawang putih, alias cara SEO yang baik. Sebaliknya, black SEO adalah cara yang dilarang, dapat menyebabkan artikel tersebut terdepak mundur (bahkan hingga ke halaman 10) bila ketahuan sama Om Google.

Sebar backlink, cara SEO di komunitas bloger

SEO on page dapat dilakukan dengan cara menyebarkan backlink ke blog kita, paling gampang diletakkan pada kolom komentar blog orang lain. Kita juga bisa meninggalkan backlink pada kolom identitas sebelum mengisi komentar. Bila artikel atau halaman teman di mana kita tinggalkan backlink itu berkualitas, maka semua link di dalam kolom komentar dianggap mesin pencari sebagai halaman yang berkualitas juga.

Bila tidak bisa meninggalkan URL artikel, bisa saja meninggalkan URL domain, apalagi yang relevan niche-nya dengan postingan tempat kita meninggalkan komentar. Sebaiknya, tinggalkan URL postingan artikel kita yang terkait dengan artikel yang kita komentari. Misalnya teman kita membuat artikel tentang tempat wisata, kita bisa saja berkomentar dan meletakkan baclink artikel kita tentang cara menyewa kendaraan menuju tempat wisata tersebut.

Nah, kegiatan menyebarkan backlink ini biasanya dilakukan melalui BW. Komunitas bloger dan peningkatan SEO menjadi berkaitan karena adanya kegiatan BW ini.

Spam bikin khawatir

Namun, pada kenyatannya, banyak yang tidak mengizinkan pengunjung meninggalkan tautan hidup di kolom komentarnya. Hal ini biasanya disebabkan takut kolom komentar diisi oleh spam. Padahal meninggalkan URL postingan di kolom komentar tidak semuanya termasuk black hat SEO. Menjadi black hat SEO, bila tautan yang ditinggalkan di kolom komentar itu mengarah ke konten asusila, judi, obat bius, obat kuat (kuat yang anu maksudnya, ngerti kan?), atau apa saja yang tidak baik.

Kita dapat mengenali backlink spam bila URL yang ditinggalkan mengarah ke situs yang tidak baik, juga komen berulang dengan URL yang sama. Nah kadang, kadang saya dapat komen spam yang bilang, “Aduh tulisan kamu bagus sekali bla bla, sungguh suatu mahakarya..”. Jelas-jelas bohongnya karena dia bukan dari Indonesia, isi komennya ga relevan, dan dia mengomentari artikel yang menurut saya nggak bisa digolongkan bagus banget. Hapus!

SEO dengan Guest Post dan Tukar Backlink

Menjadi penulis guest post adalah salah satu cara untuk mendapatkan backlink ke blog kita. Ada website/blog yang membuka guest post ini. Kita menulis artikel untuk blog tersebut, sebagai gantinya ada backlink untuk artikel atau nama domain kita.

Ada juga cara lain, bertukar backlink. Cara ini dianggap saling menguntungkan. Contoh bertukar backlink; A menulis artikel tentang sistem menanam hidroponik, B menulis artikel tentang menanam kangkung secara hidroponik, dengan external link menuju artikel A. Lalu, B menulis artikel tentang cara memilih sabun pencuci wajah, A menulis artikel tentang sabun pencuci wajah X dan membuat external link ke artikel B sebagai referensi.

Boleh bertukar backlink dengan bloger pemula, meskipun DA dan PV rendah asalkan kontennya relevan. Blog dengan DA rendah bisa naik DA-nya, sedangkan artikel blog dengan DA tinggi bisa saja naik ke halaman 1 karena penilaian SEO kita lebih kuat. Usia domain lebih tinggi disukai oleh Google dan MOZ lebih banyak backlink.

Ada yang memberi syarat nilai maksimal spam score (SS) tertentu untuk tukaran backlink. Menurut Mbak Vicky, tukaran backlink cukup 1 kali saja, karena dikhawatirkan Google mengganggap ada transaksi berbayar di dalamnya, dan Google tidak suka itu.

Sebaiknya niche itu spesifik, sehingga lebih enak untuk bertukar backlink yang relevan. Konten dianggap bagus dan kuat bila ditulis oleh ahlinya; expert, authoritative, trustable, dan ditulis secara komprehensif.

Yah, apalah daya niche life style dipakai pada blog ini. Semoga masih ada yang sudi bertukar backlink denganku. Tapi tidak apa-apa, jangan menyerah. Mari manfaatkan komunitas bloger kita sebaik-baiknya untuk saling mendukung satu sama lain, ya!

Komunitas bloger
Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020

7 pemikiran pada “Komunitas Blogger dan Hubungannya dengan SEO: Catatan Bloger Ke-4”

  1. Sampai saat ini pengetahuan saya soal SEO masih seuprit, belajar pelan-pelan. Bagi saya menulis saja dahulu. Maklum saya masih baru di dunia perblogeran.

    Balas
  2. Setelah belakangan mempelajari lebih serius tentang dunia perblogan, saya lalu cek spam score, oh ternyata ternyata memang begitu yaaa. Menarik memang, makanya memiliki spesifikasi itu penting yaa. Saya sdang mengulik ngulik sendiri passion saya di mana yg bisa ditaruh dalam berbagai tulisan saya. Sementara ini, tentu saja blog saya masih masuk kategori lifestyle blogger. salam kenal Mbak Armel. Ghina

    Balas
  3. Masih punya PR besar nih buat belajar SEO. Aku belum pernah belajar mendalam dan kepengen banget setelah belajar langsung menerapkan pada artikelku. Kalau nggak baca artikel ini, rasanya aku lupa punya PR itu, hahaha …

    Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap