Langkah-Langkah Melapor SPT Pajak melalui E-Filing (Formulir 1770S)

Sudah pada lapor SPT belum? Yuk lapor segera, jangan mepet waktu.

Kemarin siang saya berkesempatan datang ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak di Kambang Iwak Palembang. Saya ingin berkonsultasi mengenai cara melapor SPT yang benar. Setiap tahun saya melapor, tapi tetap saja lupa ingatan. Akhirnya saya tuliskan saja di blog, supaya kalau saya lupa lagi di tahun depan, saya tinggal cari kata kunci SPT.

Berhubung banyak rekan yang menanyakan bagaimana cara melapor SPT, saya juga dedikasikan tulisan ini supaya rekan sesama aparatur negara yang pekerjaannya sejenis dengan saya bisa duplikasi apa yang saya lakukan. Meskipun mungkin contoh yang saya berikan ini sederhana karena yang dilaporkan tidak banyak, tapi bisa dimodifikasi ya sesuai harta yang dipunya masing-masing. Ternyata memang kalau belum punya banyak harta lebih gampang buat lapor-lapor yak, hehehe.

Baca juga: pekerjaan ibu, antara dapur, sumur, dan kasur

Oke, langsung saja ya! Saya PNS yang bekerja di satu institusi pendidikan, mendapat dua formulir dari kantor saya: Formulir 1721 A2 (selanjutnya disebut form A2) dan potongan pajak final (selanjutnya disebut form final). Definisi formulir-formulir tersebut saya tidak jelaskan di sini ya, sila selancar di laman KLIKPAJAK. Pada intinya, form A2 itu berisi penghasilan gaji pokok+tunjangan rutin sesuai golongan, sedangkan form final itu berisi penghasilan terkait honorarium; di antaranya uang makan dan remunerasi jabatan.

Baca juga: kerja jadi blogger

Ayo mulai lapor SPT: buka laman DJP online

Buka laman DJP online, login dengan NPWP dan password yang pernah diatur sebelumnya. Jangan lupa untuk mengetik kode captcha ya. Bila Anda lupa password, silahkan klik lupa password, pastikan Anda punya catatan EFIN dan email yang aktif sehingga Anda bisa mengubah password. Bagaimana bila Anda lupa EFIN? Silahkan hubungi KRINGPAJAK di 1500200 untuk menanyakan EFIN anda.

langkah awal SPT
Laman login DJP online

Anda akan masuk ke halaman beranda. Pilih LAPOR, selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini, lalu pilih E-Filing.

Halaman Lapor

Klik buat SPT

Anda akan melihat halaman awal, lalu klik buat SPT. Pada tampilan di layar saya, sudah terlihat bahwa saya sudah melaporkan SPT untuk tahun 2019, tapi karena ada yang ingin direvisi, saya akan memperbaiki SPT saya. Langkah untuk memperbaiki tetap sama, saya akan klik Buat SPT.

SPT

Klik pilihan SPT

Selanjutnya, Anda akan mengisi pilihan di halaman selanjutnya. Untuk pekerjaan sebagai PNS yang bekerja di satu institusi saja, maka pertanyaan pertama tentang ‘Apakah Anda Menjalankan Usaha atau Pekerjaan Bebas’ Saya pilih ‘tidak’.

Misalkan Anda adalah seorang PNS, namun bekerja lagi di luar, misalnya sebagai konsultan perusahaan, dokter praktik, dan lain sebagainya, berarti Anda harus memilih jawaban ‘ya’ untuk pertanyaan ini. Nah, bila Anda menjawab ‘ya’, maka Anda harus unduh E-Form yang akan tampil di desktop Anda (hanya bisa memakai laptop). Sebelumnya Anda harus mengunduh Form Review di halaman pertama. Nah untuk kasus ini, silahkan berkonsultasi ke Kantor Pajak terdekat ya, karena saya tidak mengaplikasikannya untuk saya sendiri.

Baca juga: kerja dari rumah

Pada pilihan pertanyaan ‘Apakah Anda seorang Suami atau Istri yang menjalankan kewajiban perpajakan terpisah (MT) atau Pisah Harta?’, saya pilih ‘tidak’. Saya tidak memiliki perjanjian di notaris bahwa saya melakukan pisah harta (PH), sehingga status perpajakan saya tidak pisah harta.

Untuk penghasilan bruto, saya sesuaikan dengan total seluruh jumlah penghasilan bruto di Form A2 saya. Untuk yang punya banyak formulir, disesuaikan dengan formulir masing-masing ya.

Kalau Anda pilih penghasilan bruto Anda kurang dari 60 juta, tampilan yang harus diisi jauh lebih sederhana, yaitu formulir SPT 1770 SS:

E-filling SPT
pilihan formulir SPT untuk penghasilan < 60 juta
E-filling SPT
tampilan halaman selanjutnya

Bila yang dipilih adalah penghasilan bruto lebih dari 60 juta ya, ada tiga pilihan, pilih saja dengan bentuk formulir. Selanjutnya akan tampil Formulir SPT 1770 S seperti ini:

pilihan formulir untuk penghasilan > 60 juta

Isi data formulir

Pada halaman selanjutnya, pilih tahun pajak 2019, pilih status pajak normal atau pembenaran ke berapa (sesuai kebutuhan). Karena saya mencontohkan revisi, maka saya pilih status ‘Pembenaran ke 1’. Bagi yang baru pertama kali melaporkan SPT tahun ini, pilih status ‘normal’.

formulir data SPT
tampilan data formulir

Isi lampiran II

Selanjutnya masuk ke halaman ini, pada bagian A saya masukkan data yang terdapat pada Form Final. Karena bukti Form Final saya cuma satu, maka saya tinggal salin saja total penghasilan bruto (kolom hijau), dan jumlah yang terdapat di kolom PPh yang dipotong di formulir (kolom biru) saya masukkan ke kolom PPh terutang di Form SPT.

Bukti potong pajak final
formulir pajak final SPT
Isian kolom Bagian A lampiran II

Pada bagian B, isi semua harta yang dimiliki. Bila Anda sudah memasukkan daftar harta Anda di SPT tahun lalu, Anda tinggal klik saja Harta pada SPT Tahun Lalu, dan tinggal mengubah harga perolehan bila ada yang akan disesuaikan. Tahun Perolehan adalah tahun pertama kali harta itu kita beli, dapatkan, atau kita buka (bila bentuknya rekening).

Harga perolehan untuk barang yang kita beli, seperti saham, emas, rumah mobil, ditulis sebesar harga kita membelinya, bukan harga saat ini. Untuk tabungan, masukkan jumlah tabungan di rekening per 31 Desember 2019.

Pada Bagian C, masukkan hutang yang kita punya, yang tercatat resmi, misalnya cicilan dan sebagainya. Kalau tidak punya ya kosongkan saja.

Bagian C, kewajiban utang

Pada kolom tanggungan di Bagian D, saya tidak memasukkan apa-apa. Karena berdasarkan data kewajiban perpajakan, saya dianggap TK/00 alias tidak kawin dan tidak ada tanggungan. Status ini bisa saja berbeda dari kenyataan ya, lihat data ini di Form A2 di bagian jumlah tanggungan keluarga untuk ptkp. Kalau Anda punya tanggungan dan jumlahnya masih sama dengan tahun lalu, klik saja Tanggungan pada SPT Tahun Lalu.

tanggungan SPT
Bagian D Susunan anggota keluarga

Isi lampiran I

Setelah klik langkah berikutnya, Anda bisa memasukkan penghasilan lain di Bagian A. Bunga, royalti saya kosongkan. Saya tidak punyaapapun yang disewakan sehingga saya juga kosongkan kolom sewa. Saya tidak pernah dapat hadiah yang menambah nilai ekonomi, jadi kolom hadiah saya kosongkan. Saya juga tidak punya harta lain untuk isi kolom B. Wah, intinya saya tidak ada harta yang bisa dituliskan di Bagian A dan B lampiran I ini. Maafkeun ya kalau tidak bisa kasih tau banyak.

Bagian A lampiran
Bagian B lampiran II

Pada Bagian C juga diisi dengan no NPWP pemotong pajak (bendahara), lalu nama pemotong akan keluar otomatis, tanggal juga diisi sesuai Form A2, untuk jumlah yang dipotong saya tulis 0 (sesuai isian di formulir baris nomor 19).

Bagian C Lampiran II

Isi formulir induk

Setelah klik langkah berikutnya, Anda diarahkan ke formulir induk. Pada bagian identitas, pilih status perkawinan sesuai status pajak, saya pilih TK (tidak kawin).

Pilih identitas

Untuk mengisi penghasilan netto di Bagian A, saya ambil nominal di kolom No 15 Form A2. Isi saja yang paling atas, nanti sisanya otomatis keluar.

Bagian A formulir induk

Pada Bagian B, sesuaikan dengan status pajak kita. Saya pilih TK/00 sesuai dengan Form A2.

bagian B induk spt
Bagian B formulir induk

Pada Bagian C dan D tampilan saya kosong karena tidak ada PPh terutang. Bila kita ada kewajiban membayar PPh sendiri, maka di kolom ini harus terisi. Pada Bagian E, status saya otomatis ditampilkan NIHIL. Pada Bagian F saya kosongkan.

bagian c dan d spt
spt

Setelah Anda yakin dengan semua isian, sampailah Anda di bagian Pernyataan. Conteng bahwa setuju dengan pernyataan tersebut, lalu klik langkah berikutnya.

permyataan spt
Bagian pernyataan

Verifikasi SPT

Setelahnya akan muncul tampilan seperti di bawah ini. Ambil kode verifikasi dengan cara klik tulisan ‘di sini’. Kode verifikasi akan dikirim ke email kita, lalu kita isikan di kolom kode verifikasi. Selanjutnya masukkan kode tersebut dan klik KIRIM SPT.

bagian verifikasi
kode verifikasi spt
Email kode verifikasi

Selesai! Anda akan menerima bukti lapor SPT yang dikirim ke email:

bukti spt

Demikianlah tutorial singkat penuh keterbatasan ini. Untuk yang memiliki banyak pekerjaan, sekali lagi saya nyatakan: caranya berbeda ya, silahkan hubungi kantor Dirjen Pajak terdekat. Bagi yang sistem kerjanya serupa dengan saya, semoga tutorial ini membantu ya!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020

56 pemikiran pada “Langkah-Langkah Melapor SPT Pajak melalui E-Filing (Formulir 1770S)”

  1. Makasiiih tutorialnya. Saya error aja mo lapor pajak. Mungkin krn NPWP saya belakangnya 01, nyantol ke suami.
    Udh pernah konsul ke KPK, yg wajib lapor Kepala Keluarga. Yawda…engga lapor. Pokoknya saya udh potong pajak sih gajinya…

    Balas
  2. saya mau jawab pertanyaan yang diajukan di awal kalimat. Belum… Tahun lalu sudah tapi temen kantor yang laporin. Kali ini sepertinya harus laporan sendiri.

    Balas
  3. Lengkap sekali penjelasannya. Aku dah berusaha ber-tahun² bikin efiling, error terus. Pernah ke kantor pajak, NPWP belakangnya 01, engga wajib lapor. Yg wajib lapor kepala keluarga, 00 (suami). Yawda…
    Pokoknya gajiku dah potong pajak koq. Selalu dpt SPT Tahunan.

    Balas
  4. Mantap Kak infonya sangat bermanfaat. Aku kebetulan udah lapor kemarin Kak hehe. Karena pajak 0 (rumah tangga), jadinya lebih mudah lapornya. (punya npwp karena sebelumnya bekerja tapi udah resign)

    Balas
  5. Keren Mbak, lengkap sekali tutorial pengisian SPT Pajaknya. Bulan lalu suami saya minta saya nyiapin in itu karena lagi ngisi juga. Dah sudah kelar. Kalau ditulis caranya begini kan bermanfaat buat yang crei infonya yaa

    Balas
  6. Terimakasih banyak kak, step step nya jelas banget. Bermanfaat banget bagi yang mau membayar pajak tanpa harus repot-repot datang. Tapi iya sebagai istri memang pajaknya dijadikan satu dengan suami, meskipun niat awalnya juga melapor sendiri

    Balas
  7. Wow lengkap dan rinci banget artikelnya mbak
    Membantu banget buat aku yang belum pernah lapor dengan E-filing sendiri
    Biasanya selama ini pak suami terus yang lapori SPT ku
    Kebetulan NPWP kami pisah, dulu jaman masih kerja, aku dibuatin NPWP dari kantor, dia juga dapat dari kantornya. Akhirnya sekarang lapor terpisah deh

    Balas
  8. Keren nih tutorialnya ..selama ini sy lapor pajaknya manual datang langsung TKP tapi liat tutorial yang gampang dimengerti jdcpengen juga ni lapor pajak secara online gampang ya ternyata..

    Balas
  9. Padahal yaaaa lapor SPT ini tiap tahun dilakuin, tapi teteeeeup aja aku selalu lupa pas waktunya hahahahaha… 2 thn belakangan ini aku selalu dibantu Ama suami mba. Kayaknya tahun ini bakal begitu LG. Tp tulisanmu berguna banget sih utk refresh kami berdua pas submit spt ntr :D.

    Balas
  10. Asyik … Artikelnya membantu banget ini. Setiap kali mau laporan, selalu saja lupa cara-caranya. Ikutan nyimpen, ah. Habis gimana, setahun sekali sih. Jadi lupa lagi, lupa lagi. Ini komplit banget. Thanks ya, Kak …

    Balas
  11. Proses yang begitu panjang dan harus teliti dalam memberikan laporan., pantesan saja para pegawai yang masih awam soal komputerisasi merasa kesulitan dalam melengkapi laporan SPT Pajak tersebut., sehingga harus dibantu oleh beberapa staf yang paham betul terkait pengisian data di e-filling.,.,

    Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap