Layanan Telemedicine, Naik Pamor di Era Pandemi

Telemedicine merupakan suatu bentuk layanan medis dengan melibatkan teknologi komunikasi. Penggunaan telemedicine diharapkan dapat menjembatani konsultasi kesehatan antara pasien dan dokter tanpa tatap muka langsung. Dulu, layanan telemedicine ini bukan suatu model standar dalam hal konsultasi medis. Selama kuliah, kami selalu ditekankan untuk melakukan pemeriksaan fisik langsung kepada pasien, sehingga memang harus bertatap muka. Namun, siapa menyangka, pandemi Covid19 telah meningkatkan pamor layanan ini?

Layanan Telemedicine, Hal yang Baru?

Sebenarnya, saya dan beberapa sejawat lainnya, dari dulu sudah menerapkan layanan telemedicine, tapi model tradisional. Saya menyebutnya tradisional, karena hanya melibatkan saya dan pasien. Percakapan konsultasi tidak disimpan di folder khusus, tidak ada dokumen legal apapun di dalamnya. Teknologi komunikasi tradisional yang saya pakai untuk layanan telemedicine adalah ponsel. Selama ini medianya bisa melalui pesan singkat, WhatsApp (WA), atau Instagram.

Meskipun namanya tradisional, namun saya sendiri membatasi konsultasi seperti ini. Alasan yang pertama, saya sudah fokus berpraktik sebagai konselor laktasi di klinik lain. Saya tidak lagi praktik mandiri yang bisa semuanya terserah saya. Alasan kedua, saya hanya melayani konsultasi selain masalah laktasi bagi kondisi tertentu, di antaranya:

1. Konsultasi untuk berobat dari keluarga yang bisa dipantau. Artinya bisa saya telepon secara berkala. Bukan orang asing yang bertanya dan menghilang. Dalam praktek tatap muka pun saya selalu pesankan pasien untuk datang kembali bila ada gejala-gejala tertentu akibat obat yang saya berikan. Pasien konseling laktasi bahkan saya bekali dengan nomor telepon.

2. Konsultasi untuk berobat dari non keluarga, namun memiliki perantara. Perantara di sini maksudnya, yang sakit memiliki keluarga medis atau paramedis, atau setidaknya tetangga dan orang dekat lainnya punya latar belakang kesehatan, supaya komunikasinya bisa dimengerti.

3. Konsultasi hasil diagnosis, hasil lab, dan memberi saran hal yang perlu dikomunikasikan dengan dokter yang merawat. Akan tetapi, bukan memberikan diagnosis tandingan ataupun dianggap sebagai second opinion. Terkadang orang berobat dengan segudang pertanyaan di kepala, tetapi saat bertemu dokternya malah grogi dan lupa apa yang hendak ditanyakan. Biasanya saya memberi daftar pertanyaan dengan bahasa yang efektif supaya dokternya juga bisa menangkap maksud pertanyaan pasien.

4. Konsultasi untuk yang yang bertanya pasien kira-kira sebaiknya periksa ke mana. Beberapa orang ingin langsung konsultasi ke dokter spesialis yang terkait dengan penyakitnya. Saya bisa mengarahkan ke dokter spesialis mana, tapi bukan menganjurkan nama dokter mana yang ‘bagus’. Kalau saya belum pernah coba, mana bisa bilang bagus. Sering kali saya juga mendapat pertanyaan tentang alamat dan jam praktik dokter. Mohon maaf, saya bukan Google :).

Semuanya hanya berbentuk konsultasi, saran hanya sampai obat golongan bebas dengan label hijau. Adapun khusus layanan laktasi, saya pernah sampai home visit untuk teman dan keluarga. And it’s totally free! Tetapi, saya tidak melayani intervensi medis jarak jauh, misalnya memasang infus pasien dan mengontrol lewat telepon. Entah mengapa, layanan seperti ini yang paling banyak diminta. Kalau sudah sampai begini, biasanya saya sarankan langsung ke praktik dokter atau klinik terdekat.

Peran Telemedicine di Era Pandemi

Masa physical distancing memang membatasi yang sakit tidak bisa berkonsultasi langsung untuk berobat, kecuali untuk layanan gawat darurat. Oleh karena itu, tidak pelak, layanan telemedicine semakin marak digunakan saat era pandemi ini. Jangan sampai karena pandemi, orang yang sakit menunda konsultasi medis. Beberapa penyedia layanan kesehatan seperti praktik mandiri, klinik bersama, Puskesmas, sampai rumah sakit menyelenggarakan layanan telemedicine.

Layanan telemedicine tradisional vs profesional

Selain rekaman konsultasi yang tidak tersimpan, keterbatasan lain dalam menjalankan praktik telemedicine tradisional yaitu dalam pemberian obat. Memberi obat yang butuh resep, tentu harus memakai kertas resep. Bila tempat praktik tidak menyelenggarakan telemedicine, resep semestinya tidak bisa keluar begitu saja. Perlu layanan terintegrasi dalam konsultasi hingga peresepan, yang dapat dipenuhi oleh layanan telemedicine yang profesional.

layanan telemedicine halodoc
Berbagai layanan di Halodoc

Penyedia layanan kesehatan juga dapat bekerja sama dengan aplikasi online untuk memperluas cakupan layanan. Beberapa waktu lalu, rekan saya yang sakit menggunakan jasa layanan telemedicine rekanan Halodoc. Saat itu Palembang sudah zona merah, dan beliau takut ke praktik dokter. Fitur Halodoc memfasilitasi dokter rekanan sebagai penyedia layanan dalam berkomunikasi dengan pasien melalui aplikasi dan website. Konsultasi bisa dilakukan dengan chat maupun video call bila ingin lebih puas tatap muka virtual dengan dokter. Dia menggunakan aplikasi android dan memilih fitur chat.

Setelah melakukan konsultasi, dia mengirimkan daftar obat yang diresepkan kepada saya. Karena baru pertama kali menggunakan layanan ini, mungkin dia ingin konfirmasi. Ternyata saya dan sejawat tersebut satu suara. Pada resepnya, tetap ada pemberitahuan bahwa pasien harus menghubungi penyedia layanan kesehatan terdekat bila kondisi tidak membaik.

Resep halodoc
resep Halodoc (diunggah dengan izin pasien)

Kerahasiaan data layanan telemedicine Halodoc

Dokter rekanan Halodoc merupakan dokter praktik yang memiliki Surat Tanda Registrasi di fasilitas layanan kesehatan resmi. Halodoc membantu menghubungkan pengguna dengan penyedia layanan rekanan Halodoc, seperti layanan jasa dokter, laboratorium, pembelian obat dari apotek, hingga layanan pengantaran obat. Rekaman konsultasi medis pada platform ini akan direkam dan disimpan dengan aman. Jadi, pasien tidak perlu khawatir akan kerahasiaan data medis di Halodoc.

Layanan telemedicine HaloDoc
Beberapa ketentuan di Halodoc

Layanan janji temu dengan dokter

Selain membantu menghubungkan pasien dengan penyedia layanan kesehatan untuk berkonsultasi langsung, layanan Halodoc juga meliputi bantuan membuat janji temu dengan dokter di tempat layanan kesehatan. Jadi, tidak usah pusing-pusing lagi bertanya dokter siapa yang praktik di rumah sakit tersebut, karena nama dokter, spesialisasinya, bahkan hari dan tanggal praktek sudah tersedia. Saya beri contoh layanan RS Omni Pulomas yang sudah bekerja sama dengan Halodoc.

Layanan telemedicine RS Omni Pulomas
layanan telemedicine RS Omni Pulomas

Selama pandemi, bahkan layanan tes Covid-19 juga tersedia di RS Omni Pulomas ini. Tidak perlu antre lagi, menunggu lama, dan membuat banyak kontak hanya untuk membuat janji temu dengan dokter. Layanan semacam ini menjamin keamanan dan kenyamanan para pasien. Tinggal datang sesuai jadwal yang dijanjikan, dan pasien mendapat layanan konsultasi kesehatan yang diinginkan. Setelah bertemu dokter, pasien bisa langsung pulang ke rumah, karena obat akan diantar ke rumah.

Begitu mudahnya mendapat layanan kesehatan dengan model telemedicine profesional seperti ini. sepertinya, layanan telemedicine ini menjadi model yang patut diperhitungkan dalam praktik kedokteran, bahkan setelah pandemi. Kira-kira, perlukah masuk di kurikulum perkuliahan resmi?

Bacaan Lebih lanjut:
https://www.halodoc.com/syarat-dan-ketentuan
https://www.who.int/goe/publications/goe_telemedicine_2010.pdf
https://www.hukumonline.com/klinik/detail/ulasan/lt5db2b3d5e618b/aturan-tentang-konsultasi-dokter-jarak-jauh-itelemedicine-i/

16 pemikiran pada “Layanan Telemedicine, Naik Pamor di Era Pandemi”

  1. menarik banget ya mba, layanan telemedicine ini menguntungkan kita dari sisi pasien.
    bener2 membuat kita aman tanpa harus keluar ke rumah sakit, dan juga hemat waktu.

    makasi buat sharingnya 😉

    Balas
  2. cara paling aman saat ini untuk berkonsultasi dengan dokter ya pake HaloDoc ya karena akhir-akhir ini ada isu bahwa RS mengahalalkan beragam cara untuk membuat pasien didiagnosa Covid demi pemasukan, wallahualam, serem

    Balas
  3. Telemedicine ini cara aman ya mbak untuk konsultasi kesehatan di era pandemi spti skrg ini..jadi pergi ke layanan kesehatan hnya jika sdh perlu tindakan medis ya..membantu bngt telemedicine dng app Halodoc

    Balas
  4. bahasan anak kuliahan ya. hmmm, tapi emang keren sih. wawasan yang penting. kan kesehatan juga penting. berbobot informasinya kak.

    Balas
  5. Setuju Mbak Amel… layanan telemedicine naik pamor di era pandemi ini ya, apalagi pasien kl bs konsultasi via online dulu pastinya pingin puas nanya2 ketimbang duduk antre di ruang praktik dokternya ya. Hmm, bs dikategorikan bright side nya pandemic kah ini? hehe

    Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap