Serba-Serbi Lomba Blog: Catatan Blogger ke-2

Kembali lagi di catatan blogger! Kali ini saya akan merangkum ilmu dari kuliah singkat IGS mengenai serba-serbi lomba blog. Lagi-lagi narasumbernya adalah Mbak Vicky. Beliau ini sudah seringkali memenangkan lomba blog dan menjadi juri blog. Mantap, kan! Hasil rangkuman ini dibahas sesuai pemahaman saya, dan digabung dengan apa yang didapati sehari-hari. CMIIW, ya!

Lomba blog

Untuk urusan lomba, saya akui saya masih baru. Hingga saat ini saya baru ikut satu lomba, dan sebenarnya belum berharap menang. Saya baru dikirim produk untuk dibahas di blog saja sudah senang. Saya masih dalam tahap menikmati kebahagiaan kecil.  Tapi tidak apa-apa, suatu saat mungkin saya akan lebih bergairah berkompetisi.

By the way, sebenarnya yang membuat lomba siapa saja, sih? Bisa dari pihak mana saja, diantaranya: komunitas, lembaga pemerintahan, NGO, dan perusahaan yang meluncurkan suatu produk baru.

Upaya membangun merek

Sebuah merek baru, apapun jenisnya, membutuhkan strategi pemasaran tertentu untuk dikenal di masyarakat. Cara pemasaran yang paling dikenal adalah lewat iklan. Iklan produk bisa kita dapatkan di media cetak maupun elektronik. Tetapi, seperti yang kita lihat sekarang ini, media elektronik lebih merajai, di dalamnya termasuk media sosial (medsos). Oleh karena itu, sangat disayangkan bila perusaan yang membangun merek baru, tidak melakukan promosi melalui media sosial.

Cara promosi merek

Mungkin beberapa dari kita pernah membaca tarif untuk memasang iklan di media elektronik. Untuk sekian detik saja, harganya fantastis. Waktu penayangan sudah ditentukan. Sementara, kalau boleh jujur, berapa jam kita menonton TV setiap hari?

Foto dari harga.web.id

Bagaimana supaya orang makin mengenal suatu merek? Tentu saja dengan sering memaparkannya pada media yang sering dilirik. Barang apa yang hampir setiap saat kita genggam? Ponsel. Apa yang biasanya kita lihat di ponsel? Berita dan medsos. Cara promosi bisa dilakukan dengan memasang iklan di media sosial. Beberapa merek dapat membayar selebgram atau selebtwit untuk mempromosikan produknya. Lalu bagaimana lagi caranya supaya pemaparan ini makin efektif, luas, dengan harga yang lebih terjangkau? Lomba jawabannya!

Lomba pada dasarnya adalah salah satu strategi pemasaran. Foto unggahan yang diberi keterangan manis oleh peserta lomba, bisa jadi iklan soft selling! Biaya yang dikeluarkan bisa saja lebih kecil dari iklan bila pesertanya banyak dan penerima hadiah terbatas jumlahnya.

Mengapa lomba blog?

Tidak seperti lomba melalui jenis medsos yang lain, tulisan melalui blog dapat memuat lebih banyak informasi yang dibutuhkan pembaca. Lomba blog menjamin paparan yang lebih lama. Bila lomba blog dilaksanakan selama satu bulan, selama satu bulan itu juga merek akan wara-wiri di media sosial. Belum lagi kalau ada ketentuan membagikan di media sosial yang lain. Lumayan, meskipun biasanya hanya ramai saat periode lomba. Bila pengumuman sudah keluar, peserta yang kalah bisa saja menghapus kontennya atau mematikan tautan lombanya. Oleh karena itu, pemenang lomba blog biasanya dipilih yang bagusnya paling maksimal!

Apa saja kiat memenangkan lomba blog?

Kalau kita ikut lomba, apalagi sudah pakai modal, senang sekali kalau bisa jadi pemenang. Apa saja sih kiatnya menurut Mbak Vicky?

Ikuti syarat dan ketentuan lomba blog

Biasanya, lomba blog mencantumkan syarat peserta. Bisa dari standar blog seperti nilai DA dan PA minimal berapa. Bisa dari umur blog, dan lain sebagainya. Terkait peluang menang, selama tulisannya bagus, DA dan PA tidak berpengaruh terhadap skor. Setelah blog kita memenuhi syarat untuk ikut serta, ada pula ketentuan yang harus kita patuhi. Membagikan artikel di media sosial lain, misalnya. Ada follow, mention, tag, dan hashtag tertentu yang harus dipasang.

Mengetahui poin yang dinilai

Apakah like dan share termasuk poin yang dinilai? Tergantung lombanya. Ada yang memasukkan poin tersebut sebagai penambah penilaian. Banyaknya like dan share menandakan informasi itu berguna bagi orang banyak. Biasanya diapresiasi sebagai pemenang favorit.

Bagaimana halnya dengan komentar? Apakah jumlah komentar pada blog memengaruhi skor? Jawabannya bisa iya, bisa tidak. Artikel dengan banyak komentar tidak menjamin kemenangan. Bila komentarnya hanya 1-2 saja, tentu saja tidak akan menang, karena dianggap paparannya sedikit. Tujuan tulisan di artikel adalah membagikan info dan diharapkan pembaca dapat terpapar akan informasi yang disajikan. Orang akan membaca artikel, bukan membaca komentar. Meskipun ada juga pembaca yang membaca kolom komentar (seperti saya), tapi hanya berkisar 10-20 komentar teratas. Jadi bila peserta punya jumlah komentar dalam rentang tersebut, berarti sudah aman.

Yang penting adalah jumlah view

Niche sebaiknya sesuai

Niche blog yang sesuai tema menjadi nilai tambah. Biasanya sejalan dengan kedalaman pembahasan artikel. Terkesan lebih ahli. Apalagi kalau memang punya latar belakang keahlian sesuai topik tersebut, tulisannya pasti lebih mantap. Lalu bagaimana dengan orang yang bukan ahli bidang tersebut? Bolehkah menulis artikel lomba hanya berdasarkan riset? Boleh saja.

Ketika kita riset, kita akan jadi expert.

Diutamakan pengalaman pribadi

Bila ingin memenangkan lomba blog tentang promosi produk, penulis sebaiknya benar-benar memakai produknya. Juri akan tahu melalui tulisan peserta, apakah hanya berasal dari info produk yang diberikan perusahaan atau dari pengalaman sendiri. Seperti halnya menulis blog, akan terasa lain bahasanya bila kita bercerita pengalaman kita sendiri dan pengalaman orang lain.

Foto yang nyata

Sebagai bukti bahwa artikel ditulis atas pengalaman pribadi, ambil foto bersama produknya. Hal tersebut menunjukkan bahwa produknya memang nyata ada yang menggunakan dan memperbesar peluang kemenangan. Nah ini agak sulit bagi saya, karena saya pemalu, hehehe. Bisa nggak ya orang kenal saya hanya dari tahi lalat di tangan saya?

Kalau promosi produk makanan, ya ambil foto sedang makan produk itu. Kalau promosi tempat wisata, memang benar-benar jalan ke tempat itu.

Infografis yang berguna

Infografis bukan berisi ringkasan dari artikel, tapi harus ada nilai tambah. Ibaratkan skripsi, tabel atau grafik harus dapat berdiri dan menjelaskan dirinya sendiri tanpa narasi. Demikian pula narasi, tidak boleh mengulang cerita tabel atau grafik.

Kenali juri

Juri lomba anggotanya beragam latar belakang. Ada perwakilan dari perusahaan, perwakilan panitia lomba (biasanya adalah orang komunitas blogger yang bekerjasama dengan brand dalam penyelenggaran lomba ini), dan ada juga dari kalangan expert alias ahli dalam dunia per-bloggeran-an. Bila peserta bisa mengetahui siapa jurinya, maka kesempatan menang akan lebih terbuka. Hal ini disebabkan kita sudah tau bagaimana preferensinya dalam menilai.

Kalau gaya Mbak Vicky, sejak tanggal lomba blog dimulai dan sudah ada yang kumpul URL artikel lomba, Mbak Vicky sudah mulai cek langsung ke TKP. Besoknya ada tambahan lagi yang kumpul, dicek kembali dan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Terus seperti itu. Bukan dikumpulkan dan dinilai saat akhir. Yang bagus akan ditandai. Bagaimana bila ternyata ada peserta yang mengubah artikel menjadi lebih bagus setelah kumpul URL? Bisa saja nilainya berubah juga lebih bagus. Jadi tidak apa-apa mengubah tulisan, asal jangan mengubah URL yang disetor.

Konten paling penting

Baiklah, dari sekian banyak hal yang saya bahas di sini, entah mengapa selalu bermuara pada satu kesimpulan: konten No 1. Jadi sebagus apapun blognya, theme-nya, gambarnya, fotonya, sebanyak apapun komennya, kalau konten tulisannya nggak berkualitas maka akan sulit menang. Jadi, mari perbaiki penulisan konten kita dulu, sisanya nyusul. Terus belajar, yuk!

Roda itu berputar. Kadang jadi pemenang, kadang jadi pecundang

Vicky Laurentina
Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020

70 pemikiran pada “Serba-Serbi Lomba Blog: Catatan Blogger ke-2”

  1. Thanks a lot buat parafraseannya ya 🙂

    Aku kemaren nge-Live soal ini gegara getek baca WA Group yang ribut berghibah tentang trik-trik memenangkan lomba blog. Diskusinya telah bergerak makin liar dan aku kepingin meluruskannya dengan memberi tahu hal-hal apa aja yang kudu dikerjain para juri lomba blog untuk memilih pemenang. 🙂

    Balas
  2. Saya note banget ini artikelnya mb. Sebagai blogger yang bangun dari tidur panjang saya merasa sangat jauh merangkak mengejar ketertinggalan. Penting banget artikelnya makasih ya k

    Balas
  3. Terima kasih sharingnya Mbak, bermanfaat sekali buat saya yang masih newbie. Belum berani ikut lomba saya, masih baca-baca postingan teman yang biasanya pada ikut lomba. Tulisannya bagus-bagus. Memacu saya untuk terus semangat menulis artikel yang berkualitas.

    Balas
  4. Betul mbak, konten menurut saya juga yang nomer satu. Jadi harus terus belajar untuk bisa membuat tulisan yang benar-benar bagus. Harus semangat nih buat nulis…. ☺
    Oya makasih banyak atas sharingnya☺☺

    Balas
  5. bener, dari pengalaman lomba blog tuh saya sering lihat pemenangnya kadang enggak hanya infografis doang yang keren tapi ceritanya juga dapat. apalagi yang pengalaman pribadinya bak drama. beuh menusuk pembaca dan juri hihi. tapi balik lagi juga ya siapa jurinya. makasih sharingnya mba.

    Balas
  6. Sharing yang penting nih… saya kalau ikut lomba juga lihat2 medan sih, karena sadar kemampuan,hehe. Biasanya yang sesuai minat dan pengetahuan, jadi enggak semua diikuti. Karena percuma juga ikut lomba yang saya enggak paham, karena bakal kalah juga,wkwkwkwk

    Balas
  7. Lomba blog memang bnyk seninya ya ..ada yg mementingkan kontent, SEO, infografis, story’ telling dsb. Kalau saya baru tahap nulis kontent yg bener aja ..perjalanan msh panjang hehe mksh rangkumannya kak

    Balas
  8. tips-tipsnya sangat berguna nih. Selama ini sering ikut tapi asal-asal belum sempat ngelihat tips-tips dari teman-teman yang udah langganan lomba. Semoga nanti bisa lebih lagi pas ikut lomba, aamiin

    Balas
  9. Yang jelas “Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.” Hahahaha. Kadang ngakak sendiri setiap ketentuan ini diulang-ulang. Alhamdulillah, terima kasih ya Mba Amel sudah menceritakan kembali IG Live-nya Mba Vicky. Kalo ada yg lupa, saya bisa kunjungan balik ke sini deh.

    Balas
  10. Wah, ini artikelnya dari Live Mbak Vicky ya, keren banget. Jelas dan gamblang, saya jadi paham bagaimana cara berpikir juri, hehe

    Balas
  11. Ya ampuuun, aku berasa jadi pecundang karena gak pernah menang Biasanya sih, tujuan utama ikutan lomba blog, biar update blog aja. Kaya ada semangat gitu kalau ikutan lomba. Itung² melatih diri menulis konten yang menarik, sesuai persyaratan. Gak menang gak papa. Yang penting usaha.

    Balas
  12. Iya, kedalaman materi yang paling penting, selain infografis.
    Kadang saya ragu apakah gambar infografis harus sama dengan narasi. Dan merasa bersalah jika tidak sama. Ternyata malah mending berdiri sendiri ya.

    Makasih tipsnya…..

    Balas
  13. Pas baca lagi jadi semangat lagi ni saya mb, pilih-pilih lagi mana yang sreg buat ikut lomba lagi hihi itung-itung belajar nulis konten yang bener dulu dengan ikut lomba y mb.

    Balas
  14. Wah keren, semoga lomba blog pertamanya menang ya, kak. Tipsnya bermanfaat banget nih buat yang pengin menang lomba blog. Terima kasih udah sharing!

    Balas
  15. emang si kak kalau blog kompetisi yang non seo kayaknya lebih mengedepankan self experience, karena lbh mudah mengena ke hati juri yaaa…

    Balas
  16. Beberapa kali ikut lomba blog belum ada yang nyangkut, sekali sebagai subsmiter pertama itu juga. Kadang mikir juga, evaluasi mana yang harus saya perbaiki. Baca ini dapat juga berbagai informasi yang saya butuhkan. Makasih sharingnya

    Balas
  17. Lomba blog hahah, baru tahun ini memberanikan diri ikut terus lomba2, ya ikhtiar siapa tau kan ya. Kalau juri aku blm samoe tahap mengenal juri hanya ketentuan syarat aja yg aku liat kalau sesuai baru ku ikut sama materi lomba ngerti sie kalau ga bingung juga . Tapi awal aku terjun ngeblog agustus 2019 mulai ikut lomba blog tuh walau ga menang eh ada jg yg menang tp dengan kategori share dan komen di blog seneng aja , tapi pengen banget menang kategori the best writing blog, aduh luar biasa ya . Semoga diijabah.

    Balas
  18. Wah… ringkasannya lengkap mba, makasih banyak, kebetulan pas saya ga sempat nyimak livenya mba Vicky. Saya pribadi udah beberapa kali ikutan lomba, dan beberapa kali juga jadi pemenang. Walo masih sebatas pemenang hiburan dan harapan, tapi bersyukur banget, artinya tulisan saya sudah mulai diperhitungkan 🙂 Yuk.. semangattt ikut lomba-lomba lagi…

    Balas
  19. Aih, aku baru beberapa kali ikut lomba. Masih bisa dihitung jari kayaknya. Pernah menang? Belum. Belum ya, bukannya nggak. Optimis itu harus! Hehehe …

    Aku setuju ya bahwa sebaiknya juri fokus pada konten tulisan. Senang pastinya kalau tahu pemenang lomba blog yang kita ikuti tulisannya memang benar-benar bagus dengan foto-foto yang sedap dipandang mata. Eh tapi citarasa setiap juri juga beda-beda sih, ya.

    Wis, pokoknya nulis aja dulu.

    Balas
  20. Aku ikut lomba udah 100 ada kalik. Sejak 2013. Hobi! Wkwkwk. Menangnya paling 20 kali aja. Rajin banget Si Vicky ngecekin perubahan artikel segala. Kalau aku jadi juri, biasanya cek saat terakhir aja. Iya pasti beda tiap juri, selera dan cara kerjanya. Kalau aku dalam beberapa poin mirip sih sama yg ditulis di atas. Cuma plus beberapa kriteria lain juga.

    Balas
  21. pengalaman nyata itu memang beneran works sih mbak. terbukti dari lomba yg pernah saya ikutin. dgn adanya kejadian yg kita alami langsung, kita bisa leluasa menuliskan apa yg kita rasakan, dan itu biasanya akan lebih ngena di pembaca.

    Balas
  22. Kebetulan aku gak nyimak sepenuhnya livenya mba Vicky, jadi ikut belajar ini mbak. Komplit banget reviewnya, termasuk diingatkan dengan foto nyata milik sendiri. Itu jleb banget loh. Makasih catatannya ini mbak.

    Balas
  23. Ketika pertama kali nyoba ikut lomba blog karena penasaran. Apakah tulisan saya bisa dinikmati pembaca. Tapi sempet sih sebel karena nggak masuk.nominasi. hahahaha. Lalu sadar kembali. Nulis itu buat apa dan siapa? Yang pasti harus bisa bikin saya happy.

    Balas
  24. wah noted banget artikelnya. karena saya tidak pernah melihat detail kalau ikut lomba. ikut ya ikut aja. buat mengasah kemampuan menulis. hehe

    Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap