Media Sosial, Wadah Interaksi, Tempat Berekspresi

Media sosial (medsos) bukan lagi hal yang tabu sekarang. Mulai dari bayi sampai orang tua bisa punya akun, baik sebagai pengguna aktif maupun pasif. Beberapa bulan kemarin, ibu saya yang nenek-nenek pun akhirnya mau diajarin pakai medsos dengan hp android-nya. You know, setelah dia berpuluh tahun kekeuh pakai hp kecil monokrom monofonik itu. Perkembangannya? Sungguh luar biasa. Setiap minggu kami akan mencicipi resep baru yang dicatatnya dari Youtube…hehehe

Apa sih media sosial?

Menurut KBBI, media sosial adalah:

Laman atau aplikasi yang memungkinkan pengguna dapat membuat dan berbagi isi atau terlibat dalam jaringan sosial

Merujuk pada gambar di sini, kita bisa tahu bahwa media sosial itu sangat luas. Tidak sebatas aplikasi yang minta like dan dibuat main-main saja. Itu bisa serius; bisa berarti uang, bisa mewakili harga diri, bisa untuk jual diri, bisa mengenang masa lalu, bisa menghancurkan masa depan. Tergantung bagaimana ekspresimu di sana. Interaksi terjalin, baik langsung maupun tidak langsung. Kamu bisa live, streaming, atau bicara dalam kebisuan. Kamu bisa dapat respon saat itu juga atau orang dapat menggapaimu melalui modalitas kontak yang kamu pajang.

Bagi saya medsos sudah jadi kebutuhan. Awalnya pilih suka-suka, semua yang bisa dicoba ya dibuat akunnya. Saya tidak berani hitung, medsos mana saja yang saya lupa username dan password-nya. Bahkan saya lupa, pernah buat akun di mana saja, parah. Eh, ada yang punya akun Plurk? Sampai sekarang saya tidak mau tahu gunanya apa. Sekarang saya pilih dan pakai yang sesuai dengan kebutuhan saya saja.

Apa fungsi media sosial bagi saya?

Salah satu fungsi dari medsos bagi saya adalah mempertemukan saya dengan teman yang sudah lama tak berjumpa. Bermula dari Friendster, fungsi ini akhirnya diambil alih Facebook (FB). Thanks buat Om Mark,  karena ‘teman yang disarankan’ untuk ditambahkan sebagai teman FB seringkali teman lama yang dikira tidak akan bersua lagi. Fungsi ini mungkin berjalan baik karena biodata yang diisi lengkap, sehingga yang memiliki kesamaan bisa disarankan. Fungsi lainnya adalah sarana berbagi, menyebarkan berita, berita duka dan berita bahagia. FB adalah media pertemanan terbesar dengan ‘real friend’ terbanyak yang saya punya (saya atur private). Saya bisa berbagi kepada orang-orang yang memang saya ketahui.

Pakai media sosial apa saja?

Dulu ada notes di FB,  tapi rasanya lebih ribet aksesnya daripada tulisan panjang di status.  Akhirnya, untuk menulis saya kembali ke blog (WP). Walau tidak otomatis tersebar luas, masih ada tombol share yang bisa di-klik bila saya mau membaginya di laman FB.

Komunikasi saya di FB sekarang sebatas komen, like, dan share. Saya tidak aktifkan messager, malas mau install. Dulu saya pakai Twitter untuk cuit receh bin iseng. Sekarang untuk sengaja buka aplikasinya saja saya malas, sering tertukar dengan Traveloka (mata dah siwer). Saya pakai Twitter untuk share konten saya.  Untuk share foto, saya lebih nyaman pakai Instagram, lebih ringkas. Instagram ini adalah akun medsos saya yang paling sering digunakan. Bahkan saya bisa pakai akun instagram untuk kegiatan perkuliahan. Untuk simpan foto dan momen pribadi, saya pakai akun lain yang private. Kanal Youtube saya aktif; juga dengan tema random, mulai dari urusan kuliah sampai video keluarga, hanya dipisahkan oleh playlist. Untuk urusan yang lebih serius saya punya akun di LinkedIn dan Researchgate.

Media sosial=pamer?

Pamer tidak melulu negatif kan? Yaahh, sejauh ini Alhamdulillah suka-suka aja melihat yang pamer bakat, pamer jalan-jalan, pamer keluarga, pamer mobil baru, terserah apapun itu kalau sebutannya mesti pamer. Kalau saya anggap sih ekspresi, berbagi kebahagiaan, berbagi informasi. Kalau tidak suka tinggal atur, matikan notifikasinya atau unfollow, semudah itu pemirsa. Tidak usah diambil hati, tidak usah ambil pusing. Semua itu titipan, jadi kenapa kita harus iri? kenapa harus benci? Santai saja. Malah sebenarnya berguna loh, bisa jadi pangsa pasar bagi yang berdagang. Saya tuh bisa beli baju dari teman yang ‘pamer’ dia pintar menjahit, beli kue dari teman yang ‘pamer’ bisa baking, bisa sewa jasa fotografi dari teman yang ‘pamer’ foto. Why not?

Konten hoax dan berbahaya? Sila laporkan. Konten medsos yang berbahaya bagi anak-anak? Sila kasih pengertian anak untuk tidak menggunakan medsos sebelum waktunya. Pengguna medsos saya rasa dibatasi usia. Usia dimana sudah paham konsekuensi dari apa yang diketik dan apa yang dibagi di medsos. Nah kalo usia masih cilik-cilik dah main medsos, kok yang disalahin medsos-nya? Usia dewasa tapi pakai medsos macam anak-anak? Banyak. Waduh, kalau yang udah gini modelnya nggak ngerti lagi deh, angkat tangan!

Media sosial=palsu?

Bisa saja, kalau tidak capek, hehehhe. By the way, menutupi sesuatu tidak selalu berarti palsu. Ada yang hanya menampilkan berita gembira, kesuksesan, kebahagiaan. Bukan berarti tidak pernah ada kesedihan dan kemalangan di sana. Tidak pula berarti dia telah berbohong. Tapi bila kamu bilang punya istana sedangkan sebenarnya kamu tidak punya, itu baru palsu. Satu kepalsuan selanjutnya akan ditutupi oleh kepalsuan-kepalsuan yang lain. Capek kan? Nah, kalau melakukan branding saya rasa sah-sah saja, siapa sih yang nggak melakukannya? Semua orang ingin punya citra baik, toh? Biasa saja.

Ramai yang menjadi kasus sekarang ini adalah berita palsu. Bukan main, citra diri bisa hancur dalam sekejap. Supaya tidak tergelincir, sebelum klik tombol ‘bagikan’, cerna dulu: apakah berita itu benar, apakah bermanfaat bila dibagikan, apakah tidak merugikan orang lain, tidak memancing keributan dan membuat keresahan. Saya rasa tidak semua berita harus disampaikan, bila ujungnya menimbukan masalah, mempermalukan seseorang, menjadi bola liar yang menimbulkan fitnah. Hati-hati juga dalam berkomentar, supaya tidak mengarah ke ujaran kebencian. Medsos sangat besar pengaruhnya dalam mengiring opini publik, sehingga sangat mungkin digunakan untuk kepentingan politik. Hal ini juga yang membuat saya rehat sementara dari FB; menjelang pesta politik, saya hanya ingin hidup tenang..hehe.

Kesimpulannya, jadikan medsos untuk tujuan yang baik, dengan niat baik, jalani dengan baik, insya Allah aman dan bermanfaat. Kalau kamu, pake medsos untuk apa?

Satu pemikiran pada “Media Sosial, Wadah Interaksi, Tempat Berekspresi”

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap