Membuat Laporan Keuangan Dana Hibah Penelitian/Pengabdian

Setiap dosen mendapatkan kesempatan untuk memperoleh hibah penelitian dan pengabdian. Bisa dari manapun, setidaknya dari universitas maupun fakultasnya. Kaitannya untuk kinerja dosen di bidang 2 dan 3. Tergantung ingin mengajukan proposal atau tidak. Membuat proposal lumayan ribet, mengerjakan penelitian makin ribet. Setelah penelitian selesai, masih belum lega, karena harus membuat laporan keuangan dana hibah. Ini sebenarnya super ribet bagi kami karena di luar bidang keilmuan. Intinya menyangkut pajak yang harus dibayar. Saya salah satu orang yang bisa berulang kali cetak laporan karena salah di bagian laporan keuangan. Soalnya setelah dihitung pajaknya, ternyata masih salah, huhuhu..

Komponen aporan keuangan dana hibah

Biasanya saat akhir hibah, peneliti atau pelaksana pengabdian diminta mengumpulkan laporan penelitian beserta laporan keuangan, lampiran pajak, Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB), Surat Pernyataan Telah Menyetor Pajak dan luaran sesuai perjanjian. Jangan lupa juga untuk menyiapkan bukti pengeluaran berupa nota dan kuitansi resmi. Setiap institusi bisa saja meminta materi yang berbeda, yang jelas semua sudah tertulis di dalam kontrak.

Mengisi laporan keuangan dengan Excel

Mendekati deadline pengumpulan laporan, saya lalu berpikir kenapa tidak bisa otomatis saja menghitungnya. Harapan saya, tinggal tulis biayanya, nanti jumlah pajaknya keluar. Berawal dari malas menghitung, terwujudlah sebuah halaman Excel bertajuk Laporan dengan berbagai formula di dalamnya. Bagi orang lain mungkin mudah buat yang begini, tapi bagi saya pusingnya minta ampun. Nah, karena ini saya cari secara otodidak, jadi mungkin harus disempurnakan nantinya.

Pada file Excel ini juga terdapat panduan penggunaan Excel Laporan, panduan singkat pajak, dan contoh kuitansi dan laporan pertanggungjawaban yang dipakai di fakultas saya. Silahkan download Laporan Keuangan Dana Hibah Ver.1 yang saya buat ya.

Hal yang harus diketahui sebelum mengis laporan keuangan dana hibah di Excel

Formulir Excel ini ditujukan untuk mempermudah perhitungan pajak. Namun, ternyata ada hal-hal teknis yang berasal dari pertanyaan dari rekan-rekan, membuat saya harus menuliskan ini. Ada beberapa hal yang harus diketahui sebelum mencoba mengisi:

  • Nama pengeluaran: tentukan per kuitansi. Misalnya di kuitansi tertulis beli pulpen, kertas; berarti kita bisa sebut tulis di Nama Pengeluaran sebagai Belanja ATK, dsb.
  • Rekan dosen harus sudah tahu di mana meletakkan pengeluaran sesuai dengan namanya, apakah masuk di bahan habis pakai, jasa/sewa, perjalanan dinas, atau honorarium
  • Beberapa institusi tidak memperbolehkan honorarium untuk tim peneliti atau tim pelaksana pengabdian.
  • Baca panduan penggunaan dan penjelasan singkat tentang pajak di file Excel.

Beberapa pertanyaan tentang pajak dana hibah

Laporan keuangan dana publikasi

Ada yang menanyakan tentang pajak untuk biaya publikasi. Sampai saat ini saya belum tahu jawabannya. Jurnal tempat kita memublikasikan karya bukanlah suatu badan usaha, namun menyediakan jasa. Biasanya saya anggap sebagai transaksi jasa dengan Orang Pribadi (OP), dengan demikian saya masukkan di kolom honorarium. Kadang ada rekan yang tidak memasuklan biaya publikasi di anggarannya, karena memang beberapa institusi ada program insentif publikasi sehingga dana yang dikeluarkan akan dikembalikan.

Laporan keuangan dengan PPN dan PPh

Terkait dengan pembelian barang senilai > 1 juta rupiah, seharusnya ada faktur pajaknya. Tapi kalau tidak ada, saya juga kurang begitu paham apakah bisa memakai nota pembelian biasa. Hal ini terkait dengan pemotongan PPN 10% pada nota pembelian. Pengalaman saya bertransaksi dengan badan usaha dengan nilai di atas 1 juta rupiah, mereka mau menerbitkan faktur pajak, namun harus dalam waktu 5 hari setelah transaksi. Saya diharuskan mengumpulkan NPWP bendahara institusi, karena bila memakai NPWP pribadi, berarti yang melaporkan bukan institusi. Jadi peneliti tidak boleh membuat kode e-billing sendiri atas namanya. Sehingga, bila tidak ada faktur pajak, biasanya peneliti membayar PPN lagi menggunakan e-billing. E-billing tersebut dikeluarkan oleh bendahara institusi, setelah dosen mengumpulkan lampiran pajak yang harus dibayar. Lalu, bendahara tersebut yang akan melaporkannya sebagai laporan institusi.

Pengeluaran di laporan keuangan kita adalah nilai sebelum dipotong PPh dan setelah ditambah PPN. Sepemahaman saya, PPN akan menambah harga dan pembeli yang membayarnya. Adapun PPh dipotong dari penghasilan penjual. Biasanya, bila transaksi jasa dengan Orang Pribadi, maka uang yang diterima si penjual sebesar harga kesepakatan setelah dipotong PPh. Misalnya, kita sepakat membayar jasa Orang Pribadi sebagai pekerja lepas yang tidak memiliki NPWP sebesar 200.000, maka uang yang diterimanya sebagai penghasilan sebesar 200.000- PPh 6% x 200.000. Sebaiknya semua tertulis jelas di kuitansi. Jadi, bukan kita menambah PPh dan penjual jasa mendapatkan utuh 200.000.

Untuk teknis bagaimana supaya pajak tidak besar dan lain-lain, saya tidak bisa menjawabnya. Kembali lagi kepada peneliti/pelaksana mengatur pengeluarannya seperti apa.

Saya bukan ahli pajak, bukan juga ahli komputer. Silahkan bertanya kepada yang lebih ahli untuk penjelasan lebih spesifik. Mohon koreksi dari sejawat yang lebih paham.

Disclaimer

Leave a Comment