5 Cara Mengatasi Mood Naik-Turun

Anak-anak mulai masuk sekolah lagi. Tekanan makin tinggi, karena anak ke-2 udah masuk SD. Waktu dia TK mah dipasrahkan saja, santai, sedikit-sedikit mohon maklum sama guru. Masuk SD sudah tidak bisa lagi begitu. Alhamdulillah dia sudah lancar membaca dan berhitung dasar, hilang satu kekhawatiran. Tapi, sekarang ada dua anak SD yang membuat tegang setiap pagi. Mamanya sudah seperti wasit lari sana-sini. Belum lagi yang bungsu nempel terus 😆, bikin mood berantakan. Mommy di luar sana begitu juga kah? Nih, saya mau berbagi 5 cara untuk mengatasi mood naik-turun yang biasa saya lakukan:

Menghindari mood naik-turun #1: Bangun pagi

Bila saya bangun pagi (apalagi saya muslim harus sholat subuh), saya seperti punya banyak waktu untuk melakukan berbagai hal. Masak untuk sarapan sampai mempersiapkan bahan masakan untuk makan siang. Membangunkan anak-anak untuk bersiap sekolah. Biasanya saya sarapan lebih dulu, supaya ada tenaga. Lanjut memandikan si bungsu dan menemani anak-anak sarapan.

Bangun kesiangan adalah awal dari segala kepanikan. Bila saya bangun kesiangan, semua aktivitas seperti menumpuk jadi satu. Saya kalau lagi di dapur juga pantang ditanya-tanya. Apalagi kalau diminta tolong cari-cari barang, bisa gosong isi kuali 😁. Nah, di kondisi seperti ini saya bisa marah-marah, jadi sebisa mungkin dihindari.

Memperbaiki mood #2: Segera mandi

Mandi pagi bagi saya benar-benar penting untuk mempersiapkan mood seharian. Kalau waktu mandi pagi di-skip, rasa gerah bisa bikin mood berantakan. Biasanya saya mandi setelah sarapan. Jadi sekalian bersih setelah masak dan sarapan, tidak ada urusan dapur untuk waktu yang cukup lama setelah mandi.

Bagian tubuh yang paling penting diperhatikan saat mandi adalah muka. Bangun tidur itu biasanya muka kucel banget. Setelah mandi mesti segar, dong! Jangan sampai tidak ada beda antara sebelum dan sesudah mandi.

By the way, saya sudah ganti sabun cuci muka nih, pakai Brightening Facial Wash dari Scarlett. Kebetulan yang lama sudah habis, penasaran juga saya sama brand satu ini. Belinya di toko resminya di sini. Sabun mandinya saya suka, kalau sabun mukanya nampol jugakah?

Bentuknya ramping, ringkas. Isinya 100 ml. Wadahnya itu nggak keras tapi nggak lembek juga, kokoh tapi mudah ditekan. Saya paling suka tutupnya itu, gampang dibuka tapi rapat 😍😍.

Sabun mukanya lembut, tidak membuat kulit kering. Lumayan membuat muka segar dan cerah. Tekstur utamanya seperti gel bening, seru juga karena ada serupa mawar di dalamnya 🥰.

Kandungannya sejauh ini aman-aman saja untuk kulit saya yang sensitif. Sudah terdaftar di BPOM juga. Nih, saya ambil dari situs resminya:

Habis cuci muka, jangan lupa terus mandi, ya! Jangan mentang-mentang muka udah segar, jadi lupa mandi 🤣🤣.

Mulai emosi? #3: Tarik napas

Saat kesibukan yang serentak benar-benar dimulai, tarik napas panjang. Saat mulai emosi, tarik napas lagi. Jangan sampai marah, jangan sampai intonasi meninggi. Jangan sampai frekuensi, dan kecepatan bicara meningkat, alias ngomel.

Bagi saya, kalau sudah mulai nada meninggi, tekanan darah saya akan meningkat. Rentan bikin sakit kepala. Setelah itu, mood pasti akan berantakan. Jadi dibuat tenang dulu, tarik napas. Jangan ngomong dulu, tarik napas. Kalau kira-kira bakal marah bila mengeluarkan suara, diam dulu, tarik napas. Semarah apapun, jangan lupa bernapas ibu-ibu 🤣.

Jaga mood tidak naik-turun #4: Cicil pekerjaan

Selesaikan minimal satu pekerjaan yang mudah dalam rentang luas yang sempit. Banyak yang menyarankan untuk membereskan tempat tidur terlebih dahulu saat bangun pagi. Kenyataannya, untuk saya yang masih tidur bersama anak, malah bakal bikin stressor baru. Apa saya menggelindingkan anak-anak dahulu supaya bisa merapikan seprai?

Bagi saya, yang paling mudah adalah pekerjaan untuk diri saya sendiri. Saya buat kebiasaan, bangun tidur minum air putih dulu. Sudah minum, terasa saya sudah centang penyelesaian satu pekerjaan. Atau mungkin ada yang membuat jadwal pipis dulu segera setelah bangun tidur. Mudah, bukan?

Selanjutnya, mulai pekerjaan dari tempat kita berpijak. Aktivitas pertama di dapur? Selesaikan urusan dapur saja. Abaikan ruang tengah yang seperti kapal pecah penuh mainan itu. Lupakan ruang tamu yang tidak pernah ada tamunya itu. Cuekin juga orang yang komentar tentang hal itu 😁.

Awali hari dengan bahagia #5: Turunkan ekspektasi

Kadang sudah berusaha maksimal, kok hasil tidak maksimal juga. Sudah masak, tidak dihabiskan. Sudah bersih-bersih, dalam sekejap kotor lagi. Persiapan laptop sudah rapi, wifi bermasalah.

Yah, sudahlah. Lantai tidak harus cling hari ini. Makanan bisa dihabiskan nanti siang. Minta maaf sama bu guru karena tidak bisa ikut sekolah tepat waktu. Turunkan ekspektasi, jadilah ibu yang happy.

Pembaca artikel ini kira-kira punya jurus lain untuk mencegah suasana hati memburuk? Bagikan di kolom komentar, ya!

7 thoughts on “5 Cara Mengatasi Mood Naik-Turun”

  1. Bangun lebih pagi itu emang ampuh banget mbak. Jangan sampai bangunnya keduluan si bungsu, ntar nggak bisa ngapa-ngapain soalnya bungsuku itu tipe nempel sama mamanya.

    Reply
  2. Kendala saya adalah suka menunda waktu, mungkin karena merasa waktu saya banyak. Anak-anak sudah besar dan mereka sudah bisa mengurus dirinya sendiri, jadinya suka nyantai saja.
    Padahal itu sangat tidak efektif dan efisien. Baiklah, saya harus mulai mengatur waktu dari sekarang.

    Reply
  3. Kebiasaan kita sama mbak, bangun di awal waktu menjadi kunci. Kayaknya semua ibu2 akan memilih ini sebagai awal penentu mood agar tetap stabil. Kondisi pagi hari itu tergantung mood ibu ya, kalau ibu bahagia maka hari2 selanjutnyapun akan aman terkendali.

    Reply
  4. Facial washnya bagus, terlihat menyegarkan. Patut dicoba nih…
    Bener, setuju, menurunkan ekspektasi aja. Kalo ga, ntar kecewa…
    Santai aja…

    Reply
  5. Bangun di awal hari, sebelum subuh jadi mood booster tersendiri yaa Mbak. Kalau terlambat bangun itu, rasanya jadi kayak dikejar-kejar karena kebutuhan diri setelah subuh juga kurang terpenuhi

    Reply
  6. Betul banget, bangun kesiangan tuh bagiku juga awal dari kepanikan. Apalagi kalau pas WFO, gedubrak gedubruk. Belum lagi si kecil yang kadang membuyarkan rencana. Hihihi, menurunkan ekspetasi juga bagian yang aku lakukan, agar nggak stres.

    Reply
  7. Moodswing dimiliki semua orang, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Mandi itu ampuh banget buat saya pribadi mengatasi mood swing. Termasuk cuci muka dong. Asik ya ini Scarlett Brightening Facial Wash. Seger bangettt kayaknya kalo make ini.

    Reply

Leave a Comment

Share via
Copy link
Powered by Social Snap