Nggak mau makan = Infus!

Cerita sore tentang infus

Sore menjelang maghrib, datang seorang ibu yang mengendong anaknya…

“Siapa yang sakit bu?”

“Anak saya dok, nggak mau makan.”

Dan pembicaraan terus bergulir tentang anaknya (umurnya 1,5 tahun) yang menolak makan apapun, sebelumnya batuk pilek, sudah dikasih obat puskesmas, tapi obat  tersebut dimuntahkannya.

“Saya mau dia diinfus aja dok.”

Wawawaw… nggak semudah itu ya bu main tusuk2 infus aja… nggak ada tanda-tanda dehidrasi pula, biasanya ketemu orangtua yang nggak tega anaknya diinfus, yang ini malah ‘memutuskan’ anaknya untuk diinfus. Saya jelaskan bahwa itu tidak perlu bla-bla-bla, dan seterusnya utuk kemudian mendengar jawabannya berupa:

“Dokter kan rumahnya deket sini, bisa ngontrol infusnya di rumah kami.”

Wawawaw,, saya praktek di rumah, nggak buka rawat inap dan tidak akan home visit yang nggak perlu.

Ujung-ujungnya setelah digali lagi-dikeruk lagi.. ternyata tuh anak lagi disapih ASI sama ibunya dan kayaknya belum mau, ditambah mungkin makanan di rumah yang tidak sesuai seleranya (kata ibunya, dia masih mau minum Sprite *gubrakkkk), plus batuk pileknya yang bikin tambah nggak selera makan. Obat yang di kasih pun pahit bikin anak trauma makan obat…

Weleh-weleh…

 

Kegalauan emak-emak

Memang,  anak tidak mau makan bagi emak-emak adalah mimpi buruk. Ditambah lagi anak dalam keadaan sakit. Kalau pada kasus di atas, sebenarnya pemberian ASI masih bisa diteruskan saja. Saat anak sakit dan rewel, menyusu dengan ibunya bisa membuatnya lebih tenang. Kadang-kadang, batuk pilek karena virus, akan sembuh sendiri. Tapi kenyamanan dari ibunya, itu yang lebih anak cari. Ibu stres, anak ikutan stres. Maksa dokternya buat pasang infus, dokternya jadi stres, hehehe. Mungkin ibu bisa coba bikin masakan yang anak sukai dengan bentuk yang menarik…Insya Allah dia mau makan, tanpa harus diinfus. Sedikit-sedikit tapi sering. Beri makanan yang bergizi supaya penyembuhannya lebih cepat. Bila sakit berlanjut, anak tampak lemas, sama sekali tidak mau minum, mata cekung, badan demam tinggi yang tidak turun dengan pemberian obat demam, segera bawa kembali ke dokter. Oke, Mak?

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap