Diskusi Ca-Dok

Keluar malam-malam ke depan gang, mencari sesuap nasi ala anak kosan, saya mengulang kembali masa-masa jaman menjadi ca-dok alias calon dokter. Nggak nyangka juga udah mo jadi ibu-ibu kayak begini masih harus kembali ngekos kayak anak muda. Duduk di sebelah saya dua orang anak laki-laki muda bertampang culun layaknya anak yang baru tamat sma. Sambil makan nasi soto di atas meja, mereka pun mengobrol dengan asyiknya. Isi diskusi itu membuat saya mengambil kesimpulan  bahwa dua orang ini adalah ca-dok.

obrolan ca-dok

Anak 1:eh, penyakit ginjal itu biasanya ginjalnya gagal ya

Anak 2:iya, karena kebanyakan minum obat

Anak 1:eh, tapi kanker ginjal itu ada nggak ya?

Anak 2: Hmm.. kayaknya nggak ada ya, kanker itu kan sel, emang ginjal itu sel?

Anak 1: (manggut-manggut)

Salah satu topik obrolannya tentang ginjal bikin geli bukan kepalang. Bukan apa-apa, saya jadi teringat masa lalu dimana ca-dok semangat sekali untuk membahas apa yang baru ia tahu, walaupun belum paham. Nanti kalo udah jadi koassisten, obrolan di warung makan akan meningkat ke arah pembahasan penyakit.

Diskusi tidak melulu di di ruang kuliah, bisa di warung makan emperan, bisa juga di kafe. Dimanapun itu, saya harapkan diskusi semacam ini terus dilakukan. Diskusi tentang apa nama penyakit itu, bagaimana prosesnya, mengapa bisa terjadi, kapan bermula, pada siapa sering mendera, dan sebagainya. Kita tidak punya waktu untuk ngobrolin apakah pasien orang mampu, keluarganya cerewet, datang bersama selingkuhan, dan semacam hal yang tidak penting lainnya. Kurikulum kedokteran sekarang membuka peluang selebar-lebarnya untuk diskusi. Kalau dulu hanya kuliah tatap muka, sekarang sudah ada tutorial dan pleno sebagai sarananya. Obrolan dengan sesama teman memperluas wawasan, diskusi bersama para ahli mempermudah mengambil kesimpulan. Tapi memang, berjalannya diskusi yang baik sangat dipengaruhi oleh keaktifan individu. Kalau grupnya pasif ya sepi-sepi aja.

Jadi, mau ngobrolin penyakit pasien, silahkan saja. Tapi ingat, kerahasiaan data pasien adalah yang utama.

Ayo semangat adik-adik 🙂

 

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap