Pekerjaan Ibu: Antara Dapur, Sumur, Kasur

Perempuan itu ya, kalau ceritanya orang-orang zaman dulu, identik dengan dapur, sumur, dan kasur. Kalau saya sih, setelah menjadi ibu, tidak menganggap istilah tadi sebagai hal yang merendahkan. Toh, emang itu dominan pekerjaan saya di rumah: masak buat anak, mandiin dan nyebokin anak, sama bobokin anak. Atau kalau nggak urusan anak nih, berarti: masak untuk suami, nyuci piring dan baju, sama beresin tempat tidur bersih-bersih rumah. Well, sama aja sistah, mau wanita karir juga kalau sudah pulang ke rumah masih jadi upik abu juga. Masih juga punya daster andalan yang nyaman semriwing, nyerap keringat dan bau asi basi.

Dapur

Kerjaan terkait masak-memasak ini bisa paling enak, bisa paling repot. Enaknya itu ya kalau alat masaknya menunjang bin canggih. Saya sudah nggak peduli deh dengan orang yang bilang kalau bumbu yang enak itu diulek, bukan diblender. Saya sayang tangan, entar kena CTS (alesan hahaha). Lebih cepat sih sebenarnya kerjaan kalau pakai kecanggihan teknologi. Kalau untuk MPASI bocah kecil uweluwel, saya dah pakai Haez Baby, lumayan membantu karena bisa ditinggal-tinggal. Ya, secara nggak bisa siap siaga terus di depan kompor, penting banget punya alat yang bisa bunyi ngasih tau kalau sudah masak, dan mati sendiri kalo air kukusannya sudah habis. Kalau masalah alat masak di kompor, penting banget bagi saya punya wajan anti lengket sama spatula anti gores. Supaya apa? Supaya kerjaan selanjutnya nggak nambah ribet.

Sumur

Nah, keribetan untuk urusan cuci-mencuci piring dan alat masak akan bertambah kalau pakai alat masak yang nggak anti lengket. Mesti rendam dulu lah, gosoknya ekstra lah. Bisa pecah-pecah ni tangan kebanyakan main air Apalagi kalau sabun cucinya nggak cocok, wah dermatitis kontak iritan. Untuk urusan cuci baju, sayangnya kayaknya gampang tapi tetap aja ribet. Punya anak kecil artinya selamat datang noda membandel deh. Kalau nggak cepet dikucek, ya menetap manja tuh noda. Susah juga saya cari detergen yang tidak panas di tangan saya. Ribet banget saya mesti cuci pake sarung tangan hahaha, untungnya urusan ini bisa diambil alih misua. Nasib yang mudah alergi, hiks.

Kasur

Anggaplah bersih-bersih rumah ya sista. Kalau rapiin barang, oke saya hobi banget. Tapi kalau sudah urusan nyapu dan ngepelnya, saya mau bilang bahwa itu pekerjaan yang paling melelahkan. Kaki-kaki kecil terus aja lari kesana kemari waktu saya baru separuh jalan. Untuk urusan ini saya sudah menerima bahwa hasilnya takkan sempurna. kecanggihan teknologi nampaknya kurang membantu, yang ada tambah ribet mereka mau coba ikutan pakai penyedot debu.

Nah, dari ketiga pekerjaan ini, jelas sekali saya lebih suka urusan dapur. Apalagi kalau alat sudah lengkap, bisa betah seharian nih kayaknya. Amin deh, semoga dilengkapin sama suami.

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2018

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap