Pentingkah Bergabung dalam Organisasi Mahasiswa?

Pernah bergabung dalam organisasi mahasiswa (ormawa)? Atau malah masih aktif di sana? Mumpung masih muda, tidak ada salahnya aktif di ormawa (saya serasa sudah sepuh waktu ngomong ini, hehehe). Bagi saya, ormawa itu sarana belajar. Kalau sudah terjun ke dunia kerja, maka pengalaman di organisasi pasti akan terpakai. Bahkan, bisa dibilang, ormawa itu miniatur dunia kerja. Ada yang sepakat?

organisasi/or·ga·ni·sa·si/ n 1 kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu; 2 kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama

KBBI

Mengapa perlu bergabung dalam organisasi mahasiswa?

Keuntungan bergabung dalam organisasi mahasiswa

Tidak semua mahasiswa mau bergabung dalam organisasi, bila boleh saya katakan sangat sedikit yang mau mengerjakan hal lain di luar kegiatan akademis. Takut mengganggu kuliah, takut tidak balance dengan kewajiban pribadi, tidak diperbolehkan orang tua, atau sekedar malas (hiks).

Semua tidak salah, namanya juga pilihan. Tapi, bila mahasiswa memilih untuk bergabung, minimal ada empat kemampuan yang bisa dipelajari:

Belajar mengelola diri

Organisasi yang baik mempunyai kegiatan yang terstruktur. Mahasiswa dapat menyesuaikan jadwal organisasi dengan jadwal akademik. Mahasiswa dapat belajar memahami posisi dan kedudukannya di dalam organisasi.

Belajar mengemban tanggung jawab

Menjadi anggota maupun pengurus, semua ada kontribusinya. Selain kegiatan rutin, bisa jadi ada kegiatan insidentil yang bisa digilirkan penanggung jawabnya. Mahasiswa belajar memahami batas tugas dan wewenangnya di dalam organisasi.

Belajar berkomunikasi

Akses yang dimiliki mahasiswa yang tergabung dalam organisasi semestinya lebih luas. Ibarat kata, main ke ruang dekanat itu adalah hal yang rutin. Bertemu orang lebih banyak, bisa membuat kegiatan di masyarakat. Mahasiswa dapat belajar berkomunikasi dengan berbagai tipe orang, kedudukan, tingkat pendidikan, bahkan karakter.

Belajar bekerja sama

Kegiatan organisasi adalah kerja tim. Memang tidak mudah menyatukan isi kepala yang berbeda-beda. Kerja tim akan mengajarkan kita menahan ego, mengatur pembagian tugas, juga manajemen konflik yang mungkin terjadi.

Sudah ikut organisasi, tapi tidak mengerti kerjanya apa, batasannya apa, komunikasi masih nggak jelas, masih kerja sendiri: Ada yang salah!

Kata saya

Tetapkan tujuan pribadi bergabung dalam organisasi mahasiswa

Saya kadang iseng bertanya kepada mahasiswa, ikut organisasi apa, dan apa tujuan bergabung dengan organisasi tersebut. Beberapa mahasiswa yang ikut organisasi rancu menjawab antara tujuan pribadinya bergabung dalam organisasi dan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan pribadi dan tujuan tim itu berbeda. Belum lagi kalau ditanyakan latar belakang, manfaat, nah makin bingung. Semestinya kalau sudah bisa menjawab ini, Bab 1 skripsi nantinya lancar luncur. Hehehe.

Sebutan kata ‘tujuan’ memang istilahnya banyak sekali. Goal, objective, purpose, visi, tujuan umum, tujuan khusus dan lain sebagainya. Tapi kalau saya pribadi memakai 3 saja: Objective, goal, dan purpose. Ini saya terapkan dan asosiasikan untuk semua hal, supaya kerja saya tidak ngawur.

Purpose itu lebih menggambarkan alasan untuk mencapai goal, goal bersifat umum dan abstrak, objective merupakan tujuan yang lebih spesifik dan terukur untuk mencapai goal. Tiap kegiatan bisa berbeda-beda. Masing-masing orang juga bisa berbeda.

Misalnya, seorang mahasiswa kedokteran ingin ikut organisasi pers mahasiswa, salah satu calon anggota mungkin memiliki:
purpose : menjadi lulusan dokter yang multitalented dan mampu bersaing di dunia kerja
goal : menguasai kemampuan jurnalistik dan memiliki networking yang luas
objective: 1) menguasai skill menulis karya liputan, fotografi tingkat dasar dalam waktu 1 tahun bergabung, 2) melakukan minimal 5 kali liputan dengan para ahli kedokteran dan kesehatan dari berbagai bidang, 3) ikut bergabung dalam lembaga pers kedokteran tingkat nasional.

Sudah punya tujuan belum?

Pembimbing

Selaraskan tujuan pribadi dan tujuan organisasi

Tujuan ‘mengembangkan organisasi agar lebih maju’ itu baru akan menjadi tujuan setelah bergabung di organisasi, bukan tujuan pribadi. Seseorang akan bertahan di suatu organisasi bila tujuan pribadinya selaras dengan tujuan organisasi. Organisasi akan maju bila semua anggota fokus pada tujuan organisasi.

Biasanya arah tujuan organisasi diuraikan di Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART). Sekarang saya tidak tahu, mungkin ada istilah terbaru. Nanti bisa dilihat, bagaimana langkah-langkah mewujudkan tujuan organisasi. Uraikan kegiatan apa yang dapat dilakukan agar anggota ormawa bisa mengembangkan potensinya, sekaligus mencapai tujuan organisasi.

Pejabat di organisasi harus mencoba mendengarkan aspirasi anggotanya, anggota harus berkontribusi aktif.

cara menyelaraskan tujuan

Apa manfaat pengalaman berorganisasi dengan dunia kerja?

Seperti saya singgung di pembuka, ormawa ini miniatur dunia kerja. Sama-sama ada struktur organisasi, ada aturan, tujuan yang harus dicapai, kegiatan, laporan, juga evaluasi. Kalau sudah pernah belajar berorganisasi saat di masa kuliah, lebih mudah beradaptasi dengan dunia kerja yang ‘seru’.

Kemampuan menyeimbangkan kegiatan pribadi dengan organisasi, adalah masalah yang paling umum di dunia kerja. Bahkan menurut saya, sampai di dunia emak-emak yang multitasking, prinsip organisasi masih terpakai. Bagaimana menyeimbangkan antara keluarga, pekerjaan, dan aktivitas lainnya di luar itu. Bagaimana anggota keluarga berkontribusi dalam organisasi ‘rumah tangga’. Bagaimana mencapai tujuan bersama dengan bekerja sama.

Kalau organisasi tidak jalan, segera evaluasi. Sosok pemimpin sebagai leader yang menjadi nahkoda kapal organisasi sangatlah penting. Adanya pemimpin tidak menjamin kesuksesaan, namun tanpa pemimpin kapal dipastikan hilang arah.

Saya pribadi sangat menyarankan mahasiswa untuk bergabung dalam organisasi mahasiswa. Habiskan jatah gagal dan jatah salah di ormawa. Ambil pelajaran untuk ke depan. Supaya lebih mudah beradaptasi saat bekerja sama di dunia kerja. Selain itu, pengalaman organisasi ini bisa dicantumkan di Curriculum Vitae (CV), dan menjadi nilai lebih dalam melamar kerja.

Nah, kalau boleh tahu, pembaca blog saya pernah/sedang ikut ormawa apa, nih?

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020

15 pemikiran pada “Pentingkah Bergabung dalam Organisasi Mahasiswa?”

  1. menurut aku penting juga bagi yang ingin belajar leadership dan bertanggung jawab, disini juga kita bisa berlatih public speaking dengan teman-teman beda jurusan. kalaupun nggak sampai ke level ketua, minimal member aja ga masalah, nambah networking juga

    Balas
  2. Aku dulu ikut tapi nggak aktif,.akhirnya keluar. Masalahnya kerja sambil kuliah juga. Jadi waktunya udah banyak tersita di radio tempat saya kerja. Bahkan kadang kuliah bolos karena ada jadwal siaran. Akibatnya, saya hanya punya sedikit teman di kampus, yang banyak sih fans #eh hihi… Nggak sih… Pada tahu aja kalau saya penyiar gituuu.

    Balas
  3. Saat SMP dan SMA aktif ikut OSIS, KIR, Pramuka…pas sudah kuliah enggak aktif ormawa lagi. Karena saat libur seringnya magang kerja jadi memang ke kampus cuma kuliah saja. Tapi, setuju jika bergabung ke organisasi itu akan banyak memberi manfaat yang akan membuat kita punya nilai lebih

    Balas
  4. Pas kuliah, yuni cuma aktif di himpunan mahasiswa jurusan sih. Tapi memang kalau dikatakan berorganisasi itu bisa melatih kemampuan berbicara di depan umum ya yuni sepakat.

    Balas
    • Bener. Jadi kalau bilangnya anak organisasi tapi ngomong masih nggak jelas, komunikasi nggak jalan, berarti ga ada bedanya sama yang nggak organisasi

      Balas
  5. Aku selalu dorong mahasiswa juga aktif organisasi sih. Tujuannya supaya banyak teman dan jaringan. Apalagi kalau ada pertemuan dengan kampus lain, misalnya TKI (temu karya ilmiah). Asal engga jadi alasan lhoo yaaa…Engga kuliah, alasannya ikut organisasi…Weeew…

    Balas
    • Jangan sampai organisasi tapi nilainya pada jeblok ya mbak. Saya suka bilang, nilai nggak mesti A semua, B aja nggakpapa, tergantung target IPK

      Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap