Perayaan Pekan ASI Sedunia 2020, Apa yang Berbeda?

Minggu pertama di bulan Agustus diperingati sebagai World Breastfeeding Week atau Pekan ASI Sedunia. Setiap tahun akan ada tema yang berbeda. Untuk Pekan ASI Sedunia 2020, tema yang diusung adalah “Support breastfeeding for a healthier planet”.

Keunikan perayaan setiap tahun karena tema yang bervariasi, makin jadi berbeda karena dirayakan di masa pandemi. Kalau biasanya akan banyak perayaan di lapangan dan fasilitas kesehatan, lalu bagaimana dengan acara tahun ini?

Pekan ASI Sedunia 2020, Bicara Lingkungan

Mengapa Menyusui Disebut Ramah Lingkungan?

Air susu ibu diproduksi oleh payudara ibu, pada dasarnya tidak membutuhkan apapun sebagai bahan bakar pembuatannya, selain apa yang ada di dalam tubuh ibu. Sementara susu formula, mulai dari peternakan sapinya saja, membutuhkan banyak sumber daya, apalagi sampai tahap produksinya.

Pekan asi sedunia 2020

Proses produksi di atas bukan berlaku untuk produk susu pengganti ASI saja, akan tetapi juga pada produksi makanan lainnya. Itulah mengapa, ada anjuran agar kita lebih memilih makanan yang tidak diproses di pabrik.

Untuk ibu yang tidak dapat memberikan ASI karena indikasi medis, maupun riwayat pemberian sufor karena ketidaktahuan sebelumnya, mohon tidak berkecil hati atas fakta ini. You’re still a good Mom! Yok move on menjadi pendukung ASI!

sebuah pesan dari sesama ibu 😘

Menjaga Lingkungan dalam Seluruh Proses Pemberian ASI

Memang, tidak semua ibu bisa menyusui bayinya secara langsung dikarenakan berbagai pertimbangan. Hal tersebut menyebabkan beberapa ibu membutuhkan pompa karena tidak bisa memerah ASI menggunakan tangan. Pompa manual tidak membutuhkan baterai atau listrik, sehingga tidak membutuhkan energi lain. Pompa ASI hanya dipakai sebentar dan dirawat dengan baik, biasanya awet. Oleh karena itu, bisa disimpan untuk anak selanjutnya atau diberikan kepada orang lain.

Bagi saya pribadi, potensi sampah yang saya ciptakan adalah saat memakai plastik ASI sebagai wadah penyimpanan ASI perah. Plastik ASI memang sangat praktis dan penyimpanannya tidak makan tempat. Akan tetapi, kalau sudah terpakai, bingung sampahnya harus diapakan. Dulu saya buang saja ke tempat sampah. Saya menyesal tidak tahu cara mengolah sampah rumah tangga sejak dulu, mungkin saya sudah jadikan ecobrick.

Dulu, ketika saya belum terlalu paham, saya mencoba stok ASI sebanyak-banyaknya dengan plastik. Ternyata metode yang dulu first in first out (fifo) diganti menjadi last in first out (lifo), sehingga ASI perah terbaru lebih baik. Akhirnya saya tidak lagi menggunakan plastik, dan memakai botol yang sudah ada secukupnya.

Saya punya 2 jenis bahan botol, beling dan plastik. Botol beling juga ada 2 macam, yang tutup ulir dan tutup karet. Berdasarkan pengalaman saya, botol beling lebih enak dipakai, karena lebih tenang saat memanaskan maupun membekukannya. Karena saya melihat lecet-lecet kecil di botol plastik setelah sekian lama dipakai. Untuk masalah tutup, lebih nyaman tutup ulir karena yakin akan kerapatannya. Kalaupun pakai tutup karet, usahakan mengisi jangan sesuai takaran botol. Misalnya maksimal 100 cc, isi 90 cc saja, supaya ada ruang untuk udara dan tutup tidak lepas.

Perayaan Pekan ASI Sedunia Via Daring

Meskipun sekarang masa pandemi, tidak menyurutkan langkah para pejuang ASI untuk merayakannya. Saat ini, semua beradaptasi dengan cara baru, pembelajaran jarak jauh. Cara ini pun dipilih oleh tim Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) cabang Sumatera Selatan dalam kegiatannya untuk perayaan tahun ini.

Beberapa waktu lalu, saya sempatkan untuk ngobrol sedikit tentang berbagai kegiatan AIMI Sumsel, ternyata meskipun daring, acaranya tetap seru, loh!

kegiatan pekan asi sedunia 2020

Menyusui baik untuk kesehatan ibu dan anak, menyusui juga tidak meninggalkan sampah bagi bumi. Berbeda dengan pemberian pengganti ASI seperti susu formula yang dalam proses produksi hingga penyajian sudah tentu menghasilkan banyak sampah dan polusi udara yang tidak baik untuk bumi. AIMI mengajak semua masyarakat untuk mendukung menyusui dan membekali diri dengan ilmu menyusui di mulai sejak masa kehamilan. Pekan Menyusui Dunia 2020 sangat terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi seperti ini, merupakan sebuah tantangan tersendiri yg sebelumnya tidak pernah ditemui dalam membantu keberhasilan ibu menyusui bayinya. Kami seluruh pengurus AIMI, baik AIMI Pusat maupun daerah termasuk AIMI Sumsel masih melakukan banyak upaya. Saya dan tentunya seluruh pengurus AIMI Sumsel juga se-Indonesia, berharap dengan upaya-upaya yang telah dilakukan ini masih tetap memberi dampak baik pada keberhasilan proses pemberian makan bayi dan anak yang bebas konflik kepentingan.

Citra Martina Senja- Ketua AIMI Sumsel

Pesan Pekan ASI Sedunia 2020

Dukungan Menyusui: Akses ke Konselor Menyusui

Pada pesannya di Pekan ASI Sedunia 2020, WHO dan UNICEF memanggil pemerintah untuk melindungi dan mempermudah akses para ibu kepada konselor menyusui. Seorang konselor menyusui dapat membantu ibu yang memiliki masalah menyusui. Terkadang ibu hanya membutuhkan penguatan dan dukungan agar lebih yakin untuk menyusui dari seorang konselor menyusui.

Konselor menyusui tidak harus seorang tenaga medis dan kesehatan. Mungkin perlu dibuat program yang didukung pemerintah, agar banyak perempuan mendapatkan pelatihan konseling menyusui, mengingat sertifikasi konselor ini membutuhkan dana yang cukup besar. Semakin banyak perempuan yang memiliki keahlian konseling menyusui, maka makin banyak ibu dengan masalah menyusui bisa terbantu.

Sementara ini, jangan dilupakan juga untuk melatih tenaga medis dan tenaga kesehatan agar mampu melakukan edukasi tentang ASI dan menyusui. Perawat dan bidan pun perlu memiliki kemampuan edukasi, karena profesi ini juga yang paling sering berkomunikasi dengan pasien.

Dukungan Menyusui dari Berbagai Lembaga/Institusi

Kolaborasi di dalam berbagai perhimpunan kedokteran dan kesehatan, juga organisasi kemasyarakatan, mungkin dibutuhkan untuk merumuskan berbagai kebijakan terkait penyediaan layanan konseling yang memadai. Hal yang juga sangat penting adalah menjaga para tenaga medis atau kesehatan untuk tidak memiliki konflik kepentingan dengan industi susu dan produk makanan bayi yang dapat memengaruhi keputusan seorang ibu dalam menyusui anaknya.

Pada kenyataannya, tidak semua institusi di Indonesia, bahkan fasilitas kesehatan (faskes) sekalipun, menyediakan akses kepada konselor menyusui. Sementara petugas kesehatan yang ada mungkin sudah kelebihan beban kerja untuk pasien yang lainnya.

Alhamdulillah, Untuk faskes tingkat pertama milik pemerintah, beberapa diantaranya telah menjalin kerjasama dengan AIMI Sumsel sejak sebelum pandemi. Selain konseling menyusui, program lainnya adalah penguatan Kelompok Pendukung ASI (KP ASI). Anggota kelompok ini akan berjalan bersama dan saling mendukung dalam pemerian ASI dan menyusui, sehingga target menyusui sesuai anjuran pemerintah lebih mudah tercapai.

Penasaran nih, apalagi ya tema di tahun depan. BTW, kalau ada yang berdomisili di Palembang, dan ingin tau lebih banyak tentang AIMI, atau malah ingin bergabung, silahkan singgah ke Instagram AIMI cabang Sumsel, ya!

Referensi

https://www.who.int/news-room/detail/31-07-2020-world-breastfeeding-week-2020-message
https://worldbreastfeedingweek.org/
https://waba.org.my/wbw/
https://www.idai.or.id/news-event/news/world-breastfeeding-week-2018
Wawancara dan informasi dari Instagram Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia cabang Sumatera Selatan

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020

8 pemikiran pada “Perayaan Pekan ASI Sedunia 2020, Apa yang Berbeda?”

  1. Penting banget nih mendukung kaum ibu untuk memberikan ASI pada buah hati. Ternyata manfaatnya banyak banget, tidak hanya bagi ibu dan bayi tapi juga lingkungan. Salam hormat untuk ibu-ibu yang istiqomah memberikan ASI dan terus ikhtiar memberikan ASI pada buah hati.

    Balas
  2. Alhamdulillah meski Pekan ASI sedunia 2020 dirayakan secara daring tapi tidak mengurangi mana dan semangatnya ya.
    Inget banget saya tahun lalu mengikuti acara Pekan ASI sedunia 2019 di Kemenkes, ada seminar untuk praktisi kesehatan, media dan blogger.
    Semoga edukasi dan sosialisasi ASI makin membumi dan banyak yang lebih peduli

    Balas
  3. Jadinya ibu-ibu semakin paham ilmu mengenai menyusui ya mba, apalagi ada konselornya juga. jadi bisa leluasa bertanya mengenai per-ASI-an. masyaallah keren banget ya acara pekan asi sedunia ini. makasih sharingnya mba.

    Balas
  4. Tahun lalu saya ikut dalam kampanye yang diselenggarakan dalam rangka peringatan hari ASI. Itu sebagai salah satu cara menebus kesalahan saya karena tidak full memberi ASI anak bungsu saya. Memang ada kendala sih, tapi yang bikin menyesal adalah kurangnya usaha dalam relaktasi. Harusnya saya coba lebih keras. Sekarang saya tahu rasanya kehilangan banyak hal dari kegiatan menyusui. Sebagai gantinya saya selalu sarankan calon ibu atau ibu muda untuk mau secara maksimal memberikan ASI terbaik untuk anak-anak mereka

    Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap