Pekerjaan Ibu: Antara Dapur, Sumur, Kasur

Perempuan itu ya, kalau ceritanya orang-orang zaman dulu, identik dengan dapur, sumur, dan kasur. Kalau saya sih, setelah menjadi ibu, tidak menganggap istilah tadi sebagai hal yang merendahkan. Toh, emang itu dominan pekerjaan saya di rumah: masak buat anak, mandiin dan nyebokin anak, sama bobokin anak. Atau kalau nggak urusan anak nih, berarti: masak untuk … Baca Selengkapnya Pekerjaan Ibu: Antara Dapur, Sumur, Kasur

Nggak Ngantor, Malah Makin Sibuk

Saya kerja lima hari dalam seminggu, tapi memang lebih fleksibel lokasi, nggak melulu di depan laptop pakai meja khusus. Suasana di kantor kadang sibuk, kadang bisa santai. Tapi, nyatanya saya bisa istirahat (dalam artian bukan tidur) di kantor lebih banyak daripada saya di rumah. Loh kok libur malah makin sibuk? No Target Ini lebih bikin … Baca Selengkapnya Nggak Ngantor, Malah Makin Sibuk

Untuk Perempuan; Sebuah Surat Cinta

Hujan di bulan desember, menjelang peringatan Hari Ibu, Hari Perempuan. Surat ini untuk perempuan; saya, engkau, dia, kita semua. Perempuan dalam posisi sulit, saat kesaksian kita lemah. Untuk seseorang yang masih terlilit kasus pelecehan di luar sana, ingin saya kirimkan engkau pelukan. Semoga kuat Ibu, ini ujian. Ibu dilecehkan, namun alat bukti malah menjerumuskanmu ke … Baca Selengkapnya Untuk Perempuan; Sebuah Surat Cinta

Kenapa Blogger Perempuan Network?

Perkenalan saya dengan Blogger Perempuan Network belum sampai hitungan bulan. Tentu saja saya belum bisa cerita banyak untuk tulisan challenge hari ke-4 ini. Ibarat muda-mudi, saya baru sampai pada tahap PDKT. Saya kenal Blogger Perempuan Network dari si Kiky, yang saya pun belum pernah sama sekali saya temui. Lah kok ya bisa akrab? Itulah ajaibnya. … Baca Selengkapnya Kenapa Blogger Perempuan Network?