Tentang Saya: 5 Fakta

Agak tidak nyaman untuk posting fakta tentang saya, tentang diri sendiri. Tapi dalam rangka challenge, okelah saya coba. Sebenarnya saya masih bingung, kalau saya ceritain tentang fakta, apakah selain itu adalah mitos?

Introvert

Oh really? Yup.  Awalnya saya kira saya extrovert. Saya kira. Fakta berkata lain. Saya suka keramaian tapi setelahnya saya merasa lelah. Saya merasa nyaman saja melakukan semuanya sendirian. Saya memang banyak berceloteh, tapi hanya pada teman skala kecil saja. Hanya saja kalau di blog entah kenapa jari saya extrovert. Mungkin karena jari saya tidak paham bahwa yang membaca blog bisa siapa saja, bahkan yang tidak dikenal sama sekali. Itu yang saya sukai dari dunia maya 🙂

Suka warna merah

Sesuka itu, sehingga pada suatu masa dari atas sampai bawah saya pakai warna merah. Waktu booming nike ninja, saya beli warna merahnya. Cari baju, celana, jam tangan, tas, sampai kucir rambut juga mesti warna merah. Kenapa sekarang jarang pakai merah? Karena pengendalian diri keuangan, coba kasih kesempatan untuk warna lain apa yang ada. Tapi tetap, kalo ke Mall lihatnya yang merah-merah dulu, walaupun nggak dibeli. Sisa warna merah yang masih dipakai karena bentuknya kecil, murah meriah, tetap disimpan sampai sekarang: lipstik. Hayo, bagi teman saya yang kasak kusuk, kenapa ya saya cocok banget kalau pake lipstik merah? Tentu saja, merah itu sudah menjadi darah dagingku!

Suka banget dengan pewarna bibir

Kalau ke toko yang jual make-up, nggak bisa jauh dari urusan pewarna bibir. Suka banget buat nyobain dan beli kalau ada dana lebih. Nanti deh saya cerita tentang ini di postingan yang lain hehehe.

Ngomongnya cepat

Saya ingat, sebelum TK saya sudah bisa baca koran. Sejak kecil ortu kasih majalah Bobo, awalnya minta dibacain, lama-lama bisa sendiri. Terus saya dan kakak saya suka main jadi pembaca berita. Favorit saya dulu adalah Desi Anwar dan Dana Iswara, Zsa Zsa Yusharyahya. Nah, untuk Ibu Desi Anwar, Anda sangat mempengaruhi gaya bicara saya sejak pertama kali mulai tampil untuk bicara. Kelas 2 SD saya menang lomba membaca cepat untuk kategori cerpen tanpa ada kesalahan sedikitpun, mantap Bu Des!

Tapi selanjutnya, bicara cepat membawa masalah. Tidak semua bisa menangkap apa yang saya bilang. Permintaan mengulang pembicaraan membuat saya frustasi. Semakin lama semakin saya belajar untuk memperlambat tempo bicara, apalagi sekarang saya adalah pengajar, bisa-bisa yang diajar gantian frustasi. Tidak mudah memang, karena dengan memperlambat tempo, justru saya sering ‘keserimpet’ lidahnya. Di kepala sudah ngomong, tapi lidah ditahan ngomong. Kadang-kadang itu juga membuat saya blank. Ya sudahlah, saya akan terus berusaha. Do’akan saya ya!

Detail

Saya ini kalau mikir sampai hal-hal yang paling kecil. Macam ribet sendiri. Tapi itu justru supaya saya santai belakangan. Beribet-ribet di awal, bersantai-santai kemudian. Tapi tidak semua yang cocok dengan fakta ini. Saya nggak bisa dadakan, mesti terencana, kecuali untuk nongkrong haha. Kadang detail ini bikin kerjaan nggak mulai-mulai, kata orang saya perfeksionis. Padahal nggak juga. Saya cuma maunya kalau sesuatu udah jalan, nggak terjadi hambatan yang mestinya sudah bisa diprediksi dan ditangani sebelumnya. Saya tidak pernah suka untuk bilang, “Kan sudah saya bilang..,” walaupun akhirnya terpaksa terlontar.

Nah, demikian 5 fakta tentang saya. Ada yang sama dengan kamu?

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap