Tetes Kasih ASI, Bicara Perjuangan dan Cinta

Dua tahun yang lalu, saya mendapat info tentang pelatihan menulis dari Sekolah Perempuan yang dikepalai Mbak Anna Farida. Hasil dari pelatihan menulis dibukukan dalam antologi. Saat itu saya sedang hamil tua anak ke tiga, dalam posisi yang mudah lelah. Tapi, tidak menyurutkan semangat saya untuk ikut pelatihan ini, karena temanya sangat menarik: cerita tentang kehamilan dan menyusui. Nama antologinya adalah My Pregnancy Diary dan Tetes Kasih ASI.

Tentang Buku Tetes Kasih ASI

Berhubung masih suasana Pekan ASI Sedunia 2020, saya beri gambaran sekilas tentang antologi Tetes Kasih ASI di sini. Antologi ini merupakan kumpulan 28 kisah perjuangan dalam menyusui dan memberikan ASI.

tetes kasih asi

28 cerita, 169 halaman, soft cover
Editor: Kartiko Susilowati
Penerbit: BITREAD Publishing
Tahun terbit: 2018
Harga: Rp 60.000

Proses Terkumpulnya Naskah Tetes Kasih ASI

Selama beberapa minggu, kami para penulis yang terdiri dari ibu-ibu yang pernah menyusui, didampingi Mbak Ana dalam merumuskan cerita kami dalam sebuah tulisan. Pada awalnya, kami diberikan materi berupa teori penulisan, bagaimana penokohan, plot, diksi, dan kesinambungan antar paragraph. Setelah itu, kami mencoba menuliskan rancangan tulisan mentah, yang kemudian dikomentari oleh Mbak Ana.

Untuk cerita saya, komentarnya adalah naskahnya kepanjangan. Ada batas karakter huruf, yang menjadikan naskahnya hanya berkisar 6-7 halaman setelah dicetak. Waduh, memang mestinya urusan per-ASI-an ini dijadikan novel saja karena sungguh banyak lika-likunya.

Berbagai Macam Bentuk Perjuangan Meng-ASI-hi

Masalah yang dialami para penulis ini sangat bervariasi. Ada hambatan menyusui dari faktor ibu berupa penyakit yang diderita ibu, usia, pekerjaan, juga kehamilan dan jarak kelahiran ibu. Ada pula faktor karena keadaan sakit yang diderita bayi.

Saya sendiri pernah mengalami berbagai masalah dalam memberikan ASI dan menyusui 3 anak saya, di antaranya:

ASI belum keluar segera setelah melahirkan
Over produksi ASI
Putting lecet
Putting terbenam
Blister pada puting
Bendungan payudara
Payudara bengkak (karena ada sumbatan
Mastitis

Nyeri pada payudara setelah menyusui
Menyusui tandem
Menyusui saat hamil
Bayi bingung puting
Bayi menangis seperti masih kelaparan
Bayi tidak mau berhenti menyusu

Bayi malas menyusu dan tidur terus
Tongue tied dan lip tied
Menyapih anak

Oke, saya sudah borong hampir semuanya, hehehe. Masalah yang saya tebalkan tulisannya saya alami saat kelahiran anak pertama, itu belum termasuk masalah dalam proses menyiapkan, menyimpan, dan memberikan ASI perah ditengah keterbatasan sarana dan prasarana yang saya miliki saat itu. Alhamdulillah atas dukungan berbagai pihak, saya saat itu berhasil menyusui anak pertama, dan kisah ini saya angkat dengan judul “Seribu Tangan yang Meng-ASI-hi”.

Menyusui ini sepertinya natural, tapi ternyata tidak mudah. Butuh niat yang teguh, dan dukungan dari keluarga, orang sekitar, rekan kerja, sampai dengan kebijakan pemerintah. Kenapa ya, hewan yang baru lahir langsung bisa menyusui anaknya dengan lancar, tapi manusia banyak hambatannya?  

Mungkin karena Allah menyuruh kita berpikir, untuk mencari solusinya

Saya membesarkan hati

Tidak semua cerita di Tetes Kasih ASI berakhir dengan kemenangan ASI, ada beberapa cerita yang ternyata memilih menyerah. Ya, begitulah. Karena antologi ini jujur dari hati, semua ibu bebas menentukan pilihan. Akan tetapi semua perjuangan, apapun hasilnya, adalah perwujudan cinta seorang ibu kepada anaknya. Saya yakin pembaca dapat menarik hikmah dari setiap cerita, baik itu cerita sukses maupun gagal. Sehingga ketika mengalami hambatan yang serupa dapat mengatasinya.

Buat yang ingin membaca, atau memberikan kado buku ini kepada keluarga atau teman yang akan atau sedang berjuang menyusui, bisa klik Formulir Pemesanan Buku ini ya!

Salam semangat menyusui, ASI, ASI, Yes!

Digiprove sealCopyright secured by Digiprove © 2020

37 pemikiran pada “Tetes Kasih ASI, Bicara Perjuangan dan Cinta”

  1. Bicara tentang ASI memang sama dengan membicarakan perjuangan dan cinta. Bagaimana cerita mengASIhi diperjuangkan hingga berakhir dengan kemenangan. Tentu ini adalah sebuah buku yang penuh pembelajaran dan hikmah. Dari para pejuang ASI yang ingin berbagi semangat pada semua Ibu di luar sana

    Balas
  2. Aku juga dulu sempat stres, karena asi belum keluar selama 3hari. Sedangkan anak ku nangis trus. Tinggal sama mertua. Tanpa ada suami. Suami posisi kerja di bogor dan saya di purworejo. Membuat aku terpuruk saat itu. Nggak ada dukungan sama sekali. Tapi semangat dari keluarga, berbagai cara dilakukan. Alhamdulillah asi keluar. Sempat lecet sich. Sakit banget. Rasanya mau nyerah. Tapi lihat si ganteng. Beranikan untuk melawan rasa takut dan sakit.

    Balas
  3. ASI adalah tentang perjuangan dan cinta ibu kepada buah hatinya. Setiap ibu punya perjuangannya sendiri-sendiri. Ada yang mudah, sulit, bahkan salah satu teman sampai nangis-nangis sewaktu putingnya berulangkali ditusuk pakai jarum kecil. Begitu ingin bisa seperti ibu-ibu yang lain, bisa menyusui bayinya. Setuju banget, dukungan banyak pihak sangat diperlukan. Loh kan, semakin sehat bibit-bibit bangsa, semakin besar potensi bangsa kita untuk maju jika didukung generasi yang sehat.

    Balas
  4. saya sering melihat ibu-ibu yang putus asa karena asinya tidak keluar sehingga berhenti menyusui. Padahal kan stress sedikit saja bisa menjadi penyebab asi tidak keluar ya. Alhamdulillah saya masih bisa berusaha agar asi keluar dan kelar hingga dua tahun. Sangat menginspirasi nih bukunya mbak

    Balas
  5. Oato ingat sama perjuangan kami, istri saya saat melahirkan anak pertama kami, saat ASI belum lancar dan pada akhirnya saat tiba waktunya lancar istri dengan bijaksana memberikan asupan Terbaik ananda. Alhamdulillah

    Balas
  6. Wah seru antologinya. Saya juga punya cerita perjuangan mengASIhi, mulai dari hamil lagi sampai tandem. Semangat ibu2 yang sedang mengASIhi..:)

    Balas
  7. Alhamdulillah saya pernah merasakan hampir semuanya mba Amel kecuali tongue tie. Menyusui saat hamil, tandem nursing, mastitis, nipple blister, crack nipple, ahhhh tapi tak menyurutkan saya mengASIhi. Semakin bersyukur bisa dimudahkan Allah melalui itu semua.
    Buku ini pasti menarik sekali mba..

    Balas
  8. Ternyata perjuangam ibu tidak selesai setelah mengandung dan melahirkan ya mbak. Justru dari hal Asi saja bisa banyak situasi dan masalah yang tak terduga. Tema bukunya inii bagus banget cocok buat kado para calon ibu

    Balas
  9. Wah rasanya saya ingin mnghadiahkan buku ini untuk saya sendiri mba. Hehe meskipun masa-masa menyusui sebentar lagi seleesai. Saya sendiri ngga bisa kasih ASI karena sudah tidak punya uterus. Tapi mudah-mudahan anak saya tumbuh jadi anak yang kuat juga seperti bayi lainnya yaa. aamiin

    Balas
  10. Aku inget cerita temanku yang sedih banget belum keluar ASI nya , oh iya kak katanya kalau memberikan ASI itu harus kedua payudaranya ya kak (soalnya temen ada yang di operasi karena payudara yang satunya ASInya ga dikeluarkan . Bener sekali tetes ASI merupakan perjuangan dan cinta.

    Balas
  11. Saya termasuk beruntung ASI lancar sejak anak pertama lahir. Tapi yang membuat saya kurang beruntung adalah tidak ada dukungan mertua untuk memberikan ASI kepada anak pertama saya. Itu pukulan terberat saya. Anak saya dijejeli sufor dan hampir setiap saat ngenyot botol. ASI saya sampai tumpah tumpah. Marah, berontak tau tau lagi rasanya. sempat dendam juga karena tidak ridho. tapi ya sudahlah, anak kedua baru bisa ASI full. itu pun harus dijauhkan dari mertua. karena saya tidak ingin anak kedua senasib anak pertama. hiks… terima kasih sharingnya mbak. jadi ingat perjuangan saya memberikan ASI pada anak pertama saya.

    Balas
    • Mbak, bila ternyata ada konflik sebelumnya, ikhlaskan ya mbak. Anggap ASI itu rezeki, sehingga memang bisa beda2 yang didapatkan tiap orang. Berdamai dan saling memaafkan, alhamdulillah mbak punya strategi untuk anak ke 2 ya mbak. Insya Allah mereka sehat semua, aamiin

      Balas
  12. Dan saya baru tahu perjuangan memberikan ASI kepada anak itu luar biasa sekali ya… Semoga buku ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi ibu-ibu muda yang baru pertama.kali memiliki anak untuk semangat dalam memberikan ASI kepada bayinya, meskipun terkendala ASI tidak keluar di awal..

    Balas

Tinggalkan komentar

Share via
Copy link
Powered by Social Snap